Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Seminar Adat dan Budaya Muna, Pemersatu Peradaban dan Kemajuan

Sultra-Muna, portalsulawesi.id- Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) Cabang Muna dan Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, mengadakan Seminar Budaya selama dua hari yang dimulai dari 20-21 Oktober 2018 di aula galampano Kantolalo dengan tema “mengungkap entitas budaya Muna yang tersosialisasi dalam kehidupan sebagai fakta sejarah peradaban masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang”.

Bupati Muna LM Rusman Emba berhalangan hadir, sebab masih ada kegiatan di Bali, Wakil Bupati Muna Malik Ditu menggantikan kehadirannya dalam membuka acara seminar budaya kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya Malik Ditu mengatakan pertemuan ini merupakan hal yang sangat penting sebab membicarakan budaya kita, seperti halnya perkembangan ekonomi masyarakat muna dipacu dengan pariwisata.

“Pariwisata tanpa budaya itu tak bernyawa, bila ini menjadi perhatian kita, maka program mai te wuna bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Malik Ditu saat membuka acara seminar, sabtu (20/10).

Dia melanjutkan, Jangan sampai kita terjerat dengan perbedaan mempresepsikan nilai budaya, kita harus meliat dari perkembangan waktu mulai dari sebelum kemerdekaan, paska kemerdekaan, dan era saat ini untuk bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

“Terjadi banyak pertemuan sehingga mungkin banyak perubahan sesuai dengan waktunya, misalkan pada saat soekarno menjabat menjadi presiden menerbitkan aturan bahwa raja terakhir menjadi pejabat pelaksana pemerintahan didaearah sehingga pemerintah kerajaan berganti dengan republik indonesia,” jelasnya.

“Bila budaya kita diperhatikan, maka pariwisata kita berkembang, dan semua potensi yang lain akan ikut tumbuh seperti sovenir, makanan khas dan lain sebagainya. Tinggal mutu yang baik diperhatikan dan ini harus menjadi perhatian dinas pariwisata,” ungkapnya.

Jangan salah kaprah dengan perbedaan perkembangan budaya kita di muna, kita harus sesuaikan dengan zaman periodenya, sehingga bisa menjadi peradaban yang lebih baik untuk generasi kita selanjutnya, tuturnya.

Ketua adat suku Muna La Ode Sirad Imbo dalam kesempatan yang sama menyatakan saya sangat bangga dengan kegiatan ini sebab dilakukan oleh kalangan muda.

Dia berkata, Dalam mempertahankan adat dan budaya, kegiatan ini adalah cara yang disenangi oleh orang tua terdahulu dan saat ini.

Fondasi dasar dari keadilan yang beradap adalah Pertobaan. Kita sangat bersyukur orang tua kita mewariskan budaya pertobaan ini, bebernya.

“Generasi saat ini tidak banyak mengimplementasikan materi toba, Maka penting kita pahami toba,” tegasnya.

Ketua Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) Cabang Muna Muhammad Alimin di Atas Podium Mimbar, La Ode Sirad Imbo (tengah baju putih) Wakil Bupati Muna Malik Ditu (kiri), Kasat Intel Polres Muna IPTU Kaharudin Kaendo (kanan)

Menurut Imbo, Budaya toba berarti kita bersekutu, berkasihsayang, berharmonisasi sesama orang muna dan sesama manusia, misalkan orang yang tertimpa musibah mereka menangis dan kita ikut menangis, kenapa? Karena kita merasakan hal yang sama karakter kemanusiaan kita. Toba ini menjadi dasar adat dan budaya muna, bila kita belum memahami toba maka akan merusak mental dan karakter kita sebagai orang muna.

Ketua KPMP Muna Muhammad Alimin yang juga sebagai koordinator pelaksana kegiatan menuturkan seminar budaya yang akan dilangsungkan selama dua hari, telah digagas 10 tahun silam, dan baru bisa terlaksana hari ini.

“Landasan kegiatan ini diselenggarakan, akibat banyak praktek dimasyarakat terjadi penyimpangan dan perbedaan pendangan terhadap adat dan budaya kita di muna,” katanya.

“Dari kegiatan ini kami berharap sebagai generasi muda, akan tercipta kesamaan pandangan implementasi adat dan budaya muna, sehingga generasi muda muna tidak meninggalkan entitas adat dan budayanya sebagai orang muna,” ungkap Alimin sapaan akrabnya.

Kegiatan ini bisa menghasilkan rekomendasi kepada Dewan adat muna, setelah di wacanakan, kita rembuk dan menarik satu kesimpulan untuk menjadi pegangan kita menjalankan adat dan kebudayaan muna dimasa saat ini dan akan datang, tutupnya.

Reporter : La Ode Alim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *