SMP Negeri 22 Palu melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar di Tenda.(Foto-Nila)
PALU Portalsulawesi. Com – Hingga saat ini, sudah hampir merata semua sekolah di Kota Palu melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Meski tidak maksimal dalam pelaksanaannya namun hal itu dapat dimaklumi karena kondisi pasca bencana di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala yang membuat siswa terpaksa diliburkan.
Akan tetapi saat ini, khususnya di Kota Palu, pihak Dinas Pendidikan Kota Palu telah berupaya dan bekerja keras agar pasca bencana di Palu, anak-anak bisa melakukan aktivitas belajar.
Seperti dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, disela kegiatan pelatihan pemasangan tenda bagi para guru dan relawan yang dilaksanakan Jumat kemarin, di Posko Pelayanan Pendidikan Terpadu di LPMP Sulteng. “Saat ini para guru-guru termasuk relawan pendidikan dilatih memasang tenda bantuan dari Unicef untuk sekolah di Palu. Karena sebagian ada beberapa sekolah di Palu, terpaksa harus belajar di tenda. Dan itu bisa dimaklumi sebab ada siswa yang masih trauma untuk belajar didalam ruang kelas, demikian halnya beberapa orang guru juga masih takut untuk berada di dalam ruang kelas. Karena itu kami dari dinas pendidikan kota palu mengupayakan tenda untuk sekolah dan alhamdulillah kita dapat bantuan tenda dari Unicef, ” ujar Ansyar Sutiadi.
Terkait dengan proses kegiatan belajar mengajar (KBM), di Kota Palu untuk jenjang SD/sederajat dan SMP/sederajat termasuk SMA/SMK hanya berlangsung selama 3 jam per hari. Itupun 2 jam untuk materi pelajaran dan 1 jam untuk kegiatan trauma healing.
“Kita berharap dengan aktivitas KBM yang hanya berlangsung selama 3 jam per hari, bisa berjalan dengan baik meski dalam kondisi darurat,” kata Ansyar Sutiadi yang tetap mengharapkan kehadiran siswa-siswi untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah/ ditenda darurat di halaman sekolah masing-masing.
Menurut Ansyar Sutiadi, saat ini sudah ada 26 Sekolah SMP dan 29 SD yang sudah mengambil tenda untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sementara yang terpasang di halaman sekolah. Sementara ada juga sekolah yang tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar didalam ruang kelas.
Patut diapresiasi karena meskipun hanya belajar di tenda, siswa tetap bersemangat untuk belajar. Contohnya di SMP 22 Palu dari 111 orang siswanya, yang hadir setiap hari berjumlah 90 orang. Ini membuktikan bahwa dalam kondisi apapun, mereka tetap semangat untuk belajar.
Dan pihak Dinas Pendidikan Kota Palu terus berupaya mendorong semangat para guru dan siswa untuk bangkit dan melawan rasa trauma itu agar proses pendidikan di Palu bisa berjalan dengan baik. (Nila Palu)
Palu Bangkit, Aktivitas Belajar Mengajar Berlangsung di Tenda











