Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani
Ekobis  

Ditengah Ancaman Covid-19, Petani Muna Semangat Menyambut Panen Jagung dan Padi

Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Muna La Ode Anwar Agigi (baju puti), Foto : Istimewah

Sultra-Muna, portalsulawesi.id Semangat Petani di Kabupaten Muna dalam menyambut masa panen jagung dan padi ditengah wabah berbahaya Covid-19 atau virus corona bergentayangan di masyarakat.

Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Muna La Ode Anwar Agigi mengatakan Saat ini, para petani jagung dan padi di Kabupaten Muna telah memasuki masa panen untuk periode masa tanam Oktober-Maret 2019/2020, meskipun khusus tanaman jagung sebelumnya telah mendapatkan serangan hama ulat grayak sebagai salah satu dampak kemarau panjang 2019 sehingga ada beberapa petani yang gagal panen atau panennya sedikit, terutama pada jagung lokal, sedangkan untuk jagung hybrida/kuning relatif dapat bertahan.

“Puncak panen padi diperkirakan akan berlangsung mulai bulan Maret hingga April 2020 sedangkan untuk jagung puncak panennya diperkirakan akan berlangsung mulai akhir bulan Maret hingga Mei 2020, dan dibeberapa tempat yang kami kunjungi para petani suka cita menyambut panen meski dalam suasana ancaman corona/covid-19,” kata Anwar kepada portalsulawesi.id, minggu (29/3/2020).

Dia menjelaskan, mengenai luas tanam padi untuk periode masa tanam Oktober-Maret 2019/2020, yang terdiri padi sawah seluas 494 hektar dengan perkiraan provitas rerata 5 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP), kemudian padi ladang seluas 282 hektar dengan perkiraan provitas rerata 1,8 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP). Untuk jagung hybrida/kuning seluas 3.151 ha dengan perkiraan provitas rerata 5,5 ton/ha pipilan basah dan jagung lokal seluas 4.122 ha dengan perkiraan provitas rerata 1,2 ton/ha pipilan basah.

Lokasi tanam dan panen untuk padi sawah berada di Kecamatan Parigi, Kabawo, Kontukowuna, dan Tongkuno,  sedangkan untuk padi ladang berada di Kecamatan Parigi, Kabawo, Watopute, Kontunaga, Lasalepa, Wakorumba Selatan, Pasir Putih, Maligano dan Batukara, bebernya.

Dia menambahkan, untuk lokasi tanam dan panen jagung hybrida/kuning berada di Kecamatan Tongkuno, Tongkuno Selatan, Parigi, Bone, Marobo, Kabawo, Kabangka, Kontukowuna, Kontunaga, Watopute, Napabalano, Lasalepa, Pasir Putih, Pasikolaga, Wakorumba Selatan, Maligano dan Batukara.

“Harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) untuk padi sawah sebesar Rp. 4.000/kg ditingkat petani sedangkan untuk padi ladang sebesar Rp. 7.000/kg GKP. Untuk jagung, harga ditingkat petani khususnya jagung hybrida/kuning sebesar Rp. 3.000/kg pipilan basah (kadar air tinggi) sedangkan harga untuk pipilan keringnya sebesar Rp. 4.000/kg,” kata Anwar.

Selain itu, Dia menuturkan, ada hal yang menggembirakan, para petani tetap semangat berusaha tani, apalagi tengah menghadapi musim tanam untuk periode tanam April – September 2020, bahkan dibeberapa lokasi untuk pertanaman padi, seperti di kawasan persawahan Bente – Rangka di Kec. Kabawo, persawahan Bahutara – Kontukowuna di Kec. Kontukowuna dan persawahan Lupiah di Kec. Kabangka tengah persiapan dan pengolahan lahan untuk ditanami padi.

Demikian juga dengan tanaman jagung, khususnya jagung hybrida/kuning dimana setelah panen ini akan segera penyiapan lahan lagi untuk periode tanam April – September 2020, dimana untuk tahun 2020 ini target minimal luas tanamnya sebesar 8.000 hektar.

Anwar menyatakan, terkait pelaksanaan panen dan persiapan tanam untuk periode tanam April – September 2020 serta ditengah ancaman virus corona/covid-19 kami berharap kepada petani untuk tetap semangat, sehat, menjaga stamina dan selalu memperhatikan protokol penanganan virus ini yang disampaikan oleh Pemerintah, dan sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah akan dilakukan beberapa hal, antara lain menfasilitasi pemanfaatan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), menyiapkan dukungan alat dan mesin pertanian baik untuk pra panen maupun pasca panen yang dikelola oleh Brigade Alsintan maupun yang dikelola oleh Kelompok Tani dengan memberikan kemudahan dalam penyewaannya.

Selain itu, dukungan dari para Penyuluh melalui Program Kostratani (Komando Strategis Petani) untuk mengawal kegiatan usahatani yang dilakukan oleh para petani.

Bapak Bupati Muna dan Bapak Menteri Pertanian menyampaikan salam untuk semua petani bersama keluarga dan mengajak untuk tetap tenang, selalu siap bekerja keras membangun ketahanan pangan dan perekonomian walaupun tengah diperhadapkan dengan cobaan adanya wabah virus corona, karena kegiatan para petani sangat strategis dalam mendukung ketersediaan logistik pangan namun tetap memperhatikan protokol penanganan covid-19 dalam aktivitas usahataninya, tutupnya.

Laporan : La Ode Alim