Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Lumbudolo Gerakkan SEPAKAT, Donggala Perkuat Swasembada Pangan

Donggala,Portalsulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Desa Lumbudolo, Kecamatan Banawa Tengah, mulai merealisasikan program Sentra Pangan Lokal Tematik (SEPAKAT). Program yang digagas pemerintah pusat ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat swasembada pangan, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Melalui program ini, desa didorong menjadi garda terdepan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Kepala Desa Lumbudolo, Idris, mengatakan program SEPAKAT dijalankan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan alokasi anggaran sebesar Rp130 juta atau 20 persen dari pagu dana desa. Menurut dia, implementasi program ini berlandaskan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes, serta diperkuat oleh Permendesa Nomor 2 Tahun 2024 dan Kepmendesa Nomor 3 Tahun 2025. “Ini bagian dari tanggung jawab desa dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional,” ujar Idris, Kamis, 2 Oktober 2025.

Desa Lumbudolo menjadi salah satu wilayah yang mulai menerapkan konsep ketahanan pangan lokal dengan memilih cabai dan pisang sebagai komoditas unggulan. Saat ini, BUMDes setempat telah menanam sekitar 12 ribu pohon cabai di tiga titik lahan seluas dua hektare. Sementara untuk pisang, kegiatan baru memasuki tahap pembersihan lahan seluas satu hektare yang nantinya akan dikelola sebagai sentra produksi buah lokal.

Idris menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari arahan Bupati Donggala Vera Elena Laruni dan Wakil Bupati Moh Yasin, yang mendorong penguatan ekonomi desa melalui gerakan One Village One Product (OVOP). Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama penyuluh pertanian turut memberikan pendampingan mulai dari penyiapan lahan hingga panen untuk memastikan keberhasilan program ketahanan pangan 20 persen dana desa tersebut.

Sementara itu, Camat Banawa Tengah, Rahmadi, mengimbau masyarakat agar mendukung penuh pelaksanaan SEPAKAT. Ia menekankan pentingnya kerja sama warga, khususnya para pemilik ternak, agar tidak mengganggu lahan produktif yang sedang dikembangkan BUMDes. “Program ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi desa,” ujarnya.(***)
Pewarta:Basrudin