Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Gagalnya Proyek Seribu Sapi Di Dataran Napu

Palu,portalsulawesi.id- Mimpi Gubernur sulteng,H.Longki Djanggola mewujudkan program Sulteng sejuta sapi pada 2021 diambang pupus,pasalnya proyek pengadaan seribu Sapi yang diharapkan dapat mengisi padang penggembalaan di Dataran Napu gagal tender.

Tahun 2018,Balai Besar Veteriner Maros (BBVet Maros) menerima kucuran Alokasi dana pengadaan bibit sapi untuk propinsi sulawesi tengah,direncanakan akan ada seribu ekor sapi yang akan dikelola oleh kelompok masyarakat di lokasi penggembalaan Desa Watutau dan Alitupu,lembah Napu.

BBVet Maros adalah salah satu dari delapan UPT dibawah Ditjen PKH yang mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan pengidentifikasian diagnosa, pengujian veteriner dan produk hewan, serta pengembangan teknik dan metode penyidikan, diagnosa, dan pengujian veteriner berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 54/Permentan/OT.140/5/2013.

Rencananya,Sulteng akan mendapat jatah bibit sapi dari jenis Sapi Australian Commercial Cross (ACC) berupa sapi jenis Brahman Cross,bantuan tersebut mengucur lewat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang direncanakan akan diternakkan di Desa Alitupu,cuma kala itu terkendala RTRW Kabupaten Poso,maka dibangunlah lokasi penggembalaan di Desa Watutau Kecamatan Lore Piore.

Bantuan sapi yang seharusnya paling lambat awal tahun 2018 sudah tiba,hingga pertengahan 2019 belum terealisasi,hasil penelusuran media ini,proyek pengadaan sapi yang dilelang di Kementrian Peternakan melalui Balai Besar Veteriner Maros (BBVet Maros) gagal tender.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala seksi produksi dan Pembibitan Dinas Perkebunan dan Peternakan Propinsi Sulawesi Tengah,Ir Mura M.Si,menurutnya kegagalan pemenuhan kuota Seribu sapi untuk padang penggembalaan di desa Watutau diakibatkan gagal tendernya Proyek tersebut di UPT BBVet Maros.

“Kami hanya bisa pasrah ketika proyek pengadaan seribu sapi tersebut gagal tender,padahal lokasi penggembalaan sudah dibangun pemerintah ” ungkapnya.

Pantauan media ini,lokasi padang penggembalaan Desa Watutau Kecamatan Lore Piore dibangun diareal sekitar 800 Ha,sejumlah fasilitas telah dibangun diantaranya Gudang Pakan,Shelter,pagar pembatas serta penanaman rumput Gajah sebagai Pakan Ternak.

Sayangnya,fasilitas yang dibangun tersebut terkesan mubasir karena hanya di isi oleh 10 ekor Sapi Warga yang didapatkan dari bantuan ternak sapi tahun 2018 yang bersumber dari APBD 2018 silam.

Bahkan,proyek penanaman pakan ternak berupa Rumput Gajah (brachiaria decumbens) dibeberapa tempat tidak menunjukkan hasil yang menggembirakan,sebagian besar tanaman tersebut mati.

Padahal,proyek penanaman rumput gajah tersebut menelan Anggaran Rp.172.800.000 dari Pos APBD I tahun 2018 ,proyek ini dalam perencanaan kala itu adalah penanaman rumput gajah di 86.000 polyback dengan luasan tanam kurang lebih 2 hektar.

Gagalnya Proyek Seribu Sapi tahun 2018 di dataran Napu sangat berdampak terhadap rencana pemerintah pusat jangka panjang yakni program Nasional swasembada daging Tahun 2045,bahkan program Gubernur Sulteng Longki Djanggola tentang program Sulteng Seribu Sapi Tahun 2021 bakal tak terpenuhi.

Program bantuan Sapi hibah di 79 kelompok peternak dengan jumlah 785 ekor sapi di 13 kabupaten Kota disulteng tahun 2018 belum menjamin program seribu Sapi tahun 2021 disulteng berhasil,pasalnya masih ditemukan kelompok yang mengkomersilkan bantuan sapi usai dihibahkan ķepada Kelompok Peternak penerima bantuan Ternak.

“Kami selaku pemerintah tidak bisa berbuat banyak ketika masyarakat penerima bantuan hibah sapi menjual bantuan tersebut,kami hanya bisa menghimbau agar dipelihara ternaknya,jangan dijual ” kata Mura,Kasi Produksi dan Pembibitan Bidang Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Propinsi Sulteng.

Seperti diketahui, rencana lokasi peternakan seribu sapi di Desa Alitupu, Lembah Napu, Kabupaten Poso sudah digembar-gemborkan Pemprov Sulteng melalui Disbunak sejak 2017 lalu. Bahkan Gubernur Longki telah meninjau langsung padang sabana di Desa Alitupu pada 26 November 2017 silam,Saat itu Longki didampingi Kepala Disbunak Nahyun Biantong yang kini telah purnabakti.***

Penulis : Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *