Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Lamban Tangani Penyintas Bencana Kota Palu,Walikota “ Semprot” Jajarannya

Drs Hidayat M.S.I selaku Wali Kota Palu memimpin langsung rapat evaluasi penanganan pascabencana dikota palu yang digelar di ruang Bantaya ,Rabu (13/06/2019). {dok>Humas Pemkot}

Palu,portalsulawesi.id –Rapat evaluasi penanganan pascabencana dikota palu yang digelar di ruang Bantaya kantor Walikota Palu menjadi ajang “evaluasi” terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara dan organisasi Perangkat daerah di lingkup pemerintah kota palu.

Drs Hidayat M.S.I  selaku  Wali Kota Palu memimpin langsung rapat tersebut. Beliau  mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN), termasuk kepala organisasi perangkat daerah (OPD), lurah dan camat agar cepat merespons dan menindaklanjuti keluhan pengungsi.

“Lambat sekali kita ini. Sampai sekarang masih ada huntara (hunian sementara) yang belum terpasang jaringan listrik. Jangan didiamkan. Ini persoalan hajat hidup manusia,” katanya saat memimpin rapat evaluasi penanganan pascabencana di ruang rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Selasa (12/06/2019).

Walikota Palu,Hidayat, sempat melampiaskan kekesalannya dengan lambannya kinerja ASN dalam menangani pengungsi,dirinya memerintahkan agar dilokasi pengungsian yang belum teraliri listrik agar segera ditangani .

Di depan sejumlah kepala OPD, lurah dan camat yang hadir dia mengintruksikan agar huntara-huntara yang belum teralilir listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Palu karena terkendala administrasi langsung mengambil aliran listrik di jaringan-jaringan listrik di sekitar huntara.

“Sambung saja. Tarik saja dari jaringan listrik yang ada ke huntara. Langsung tarik saja ke huntara yang belum teraliri listrik. Saya tidak mau lagi mendengar ada pengungsi yang datang ke rumah (rumah jabatan Wali Kota Palu) mengeluh soal listrik dan air,” ujarnya.

Terkait tenda pengungsi juga dibahas dalam rapat tersebut,Hidayat meminta pihak BPBD Kota Palu untuk melakukan pendataan dan inventarisir terhadap tenda pengungsi,bagi tenda pengungsi yang sudah tidak dimanfaatkan warga untuk mengungsi,di intruksikan untuk disimpan agar bisa dipakai kembali.

“Tenda-tenda yang kosong dicabut, diambil dan dikasih dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Palu supaya diamankan dan diberi untuk pengungsi yang membutuhkan,” tegasnya,***

Penulis : Afdal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *