Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Boing 737.200 Milik TNI AU Asal Skuadron 5 Lanud Hasanuddin Bantu Pencarian Korban KM Lintas Timur

Pesawat Boing 737.200 Milik TNI AU dari Skuadron 5 Lanud Hasanuddin Makassar bergabung dengan Tim SAR Palu dan Pos SAR Luwuk dalam rangka pencarian Korban KM Lintas Timur yang tenggelam diperairan Banda (Foto:Basarnas Palu)

Banggai,portalsulawesi.id- Untuk Optimalisasi pencarian Korban tenggelamnya KM Lintas Timur di Perairan Banda dan Sekitar Perairan Banggai,Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu meminta bantuan TNI Angkatan Udara untuk menyisir lautan dari udara.

TNI Angkatan Udara dari skuadron 5 Lanud Hasanuddin Makassar mengirimkan satu unit Pesawat Boing 737.200 ke Luwuk,pesawat dengan 14 Cruw dari TNI Angkatan Udara bergabung dengan Tim Search And Rescue (SAR) untuk melakukan pemantauan lewat udara di lokasi yang diperkirakan para korban berada.

Kepala Pelaksana Badan SAR Palu ,Basrano membenarkan Informasi tersebut,bahkan menurutnya pihak SAR Palu meminta dua unit bantuan Mobilisasi udara berupa Boing dan Superpuma .

“Dalam permintaan kami ada 2 termasuk superpuma,ada 30 orang bergabung dalam Tim,rinciannya 14 orang dari Unsur TNI AU,15 Orang personil dari Basarnas dan juga Unsur Koramil dan Polairud “ Jelasnya melalui pesan singkatnya ke redaksi Portalsulawesi.

Sebelumnya.dalam sebuah wawancara secara Live disalah satu TV swasta membenarkan adanya insiden kapal Tenggelam diperaian Banda,dalam keterangannya Kalaksa Basarnas palu mengatakan saat ini timnya telah melaksanakan operasi pencaharian korban KM Lintas Timur dilokasi yang diduga menjadi tempat karamnya Kapal pemuat semen tersebut.

Dalam Upaya melakukan pencarian dan Pertolongan Korban KM Lintas Timur yang bermuatan Semen 3000 Ton asal Bitung tujuan Bahodopi Morowali,Tim SAR mengerahkan KN SAR Bhisma dengan Jumlah personil 15 Orang,

Memasuki hari ke enam usai dikabarkan tenggelam,Pihak Basarnas terus melakukan penyisiran dilokasi yang diprediksikan adanya Korban ,bahkan area pencaharian diperluas hingga ke perairan Banggai dan Morowali.

Informasi yang dihimpun portalsulawesi,Dalam melakukan penyisiran pencarian Korban,Pos SAR Luwuk membagi tiga tim pencaharian yang biasa disingkat  SRU (Search and Rescue Unit)  yakni SRU unit I melibatkan KN SAR Bhisma  melakukan pencaharian dengan Metode parallel dengan Luas area Pencarian 81,7 Nm.

Search and rescue Unit II  melakukan pemantauan lewat udara dengan menerbangkan Pesawat Boing 737.200 Milik TNI Angkatan Udara,pesawat lepas landas dari Lapangan Udara (Lanud) Hasanuddin Makassar menuju Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk.

Sementar itu,untuk SRU III dari unsur Maritim Luwuk melakukan penyisiran sepanjang garis pantai Toili-Batui hingga Basiano.

Pranata Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu,Fatmawati membenarkan penambahan Armada udara tersebut,bahkan Kantor SAR Makassar dijadwalkan akan bergabung dalam Operasi Pencaharian tersebut.

“rencana ada penambahan dari kantor SAR Makassar “ ungkap Humas Kantor SAR Palu

Sekitar 16 Awak Kapal Motor Lintas Timur yang diduga tenggelam di perairan Banda hingga hari ketiga sejak dikabarkan tenggelam belum ditemukan,Kapal laut yang bermuatan semen tersebut berangkat dari Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara menuju Pelabuhan Milik PT IMIP di Kecamatan Bahodopi,Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah.

Dari rilis Basarnas yang bersumber dari Korban Selamat yakni Yakub diketahui Kapal naas tersebut bertolak dari pelabuhan Bitung,Sulawesi Utara pada tanggal 28 mei pukul 08.00, kapal Lintas Timur melintasi Pulau Talibu Maluku utara pada 30 Mei sekitar pukul 09.00.

Pada hari sabtu,( 01 /06/2019) pada pukul 12.00 kapal mengalami trouble (kerusakan) pada motor lampu.  Sehingga kapal tersebut berhenti untuk memperbaiki motor lampu tersebut,  diperkirakan sekitar 2 jam awak kapal mencoba memperbaiki kerusakan tersebut.

Kemudian sekitar pukul 14.00 kapal kembali berlayar  menuju ke morowali dengan kondisi kapal sedikit miring, Kerusakan kembali terjadi pada motor listrik kapal pada pukul 16.00,kondisi kapal KM Lintas Timur mulai miring karena air laut sudah mulai masuk kelambung Kapal.

Kapten kapal  KM Lintas Timur langsung menginstruksikan ke semua POB utk meninggalkan kapal.  Jumlah POB 18 org, semua menggunakan pelampung. Mereka semua membentuk lingkaran dan saling berpegangan.

Minggu subuh, (02 Juni 2019) pada  pukul 05.30 enam orang  POB memutuskan untuk  berusaha berenang ke arah daratan Banggai, pukul 20.00 satu orang  mengelami kelelahan dan meninggal dunia

Kemudian kelima org tersebut meninggalkan korban dan mereka mencoba berenang lagi guna mencari bantuan di daratan .

Pada senin ( 03 Juni 2019) pada pukul 02.00 satu org ABK  meninggal dunia,kemudian pada  pukul 05.00 kembali satu org lg meninggal dunia karena kelelahan. tiga org ABK yang masih hidup  mencoba melanjutkan berenang, sekitar pukul 03.00 salah satu mereka atas nama Amis terpisah dari kelompok kecil tersebut, Tersisa  dua orang lagi yang berupaya berenang mencari daratan.

Selasa Subuh (04 /06/2019)  pukul 05.30,ABK atas nama Jefri terpisah dengan Yakob,dengan mengejar batang pohon yang mengapung ditengah laut yakob bertahan hidup,mujurnya pada  pukul 14.00 ada kapal india yg lewat dan yakub dievakuasi kekapal tersebut.

Kapal berbendera India tersebut kemudian  menghubungi kapal lain yang  terdekat untuk meminta mengevakuasi Korban kedarat,sebuah Kapal Milik LNG dari batui langsung merapat dan mengevakuasi Yakob ke Rumahsakit  daerah Luwuk pada Pukul 16.00 waktu setempat.

Dari pengakuan Yakob Achon Nedrupun ,Salah satu ABK yang selamat diketahui nama nama Penumpang Kapal KM Lintas Timur yang belum ditemukan diantaranya  Kapten Kapal Matita Putty Marthinus, Rifqi Mustafa Manif,  Zulkifli,  Muh. Amri, Karno, Arif Utomo, Rico Alvi Nugroho, Baharuddin B.

Selanjutnya ABK atas nama Krisna, Lukas Matrutty, Yoga Rezka Maulana, Lukni Maulana Kamaluddin, Faisal Backhogi, Amis Amura, La Daud.

Sementara itu ada dua penumpang kapal yang namanya tidak terdapat dalam Manifest Kapal yakni Jefri  dan Nur yang bekerja sebagai operator crain

Terkait penyebab tenggelamnya Kapal KM Lintas Timur diperairan Banda,Kepala Pelaksana Basarnas Palu,Basrano belum mau berspekulasi,dirinya meminta agar semua fihak bersabar menunggu informasi yang jelas dari hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“ terkait penyebab tenggelamnya KM Lintas Timur,kita menunggu hasil resmi  penyelidikan KNKT” Ujarnya.***

Penulis : Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *