Palu,portalsulawesi.id– Rapat Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1440 Hijriah oleh Pemerintah Kota Palu dipimpin langsung oleh Walikota Palu,Drs Hidayat M.S.I didampingi Kabag Kesra Setda kota Palu, Usman pada Jumat, (17/05/ 2019) bertempat di Ruang Bantaya kantor Wali kota Palu.
Rapat tersebut dihadiri berbagai unsur di antaranya yakni Kepala Kankemenag kota Palu, Ma’sum Rumi, perwakilan MUI kota Palu, perwakilan Dandim dan Kapolres kota Palu, BKPRMI kota Palu, Ketua DDI Sulawesi Tengah, Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) kota Palu dan beberapa pimpinan OPD lingkup Pemerintah kota Palu.
Dalam Pelaksanaan Sholat Idul tahun ini,pemerintah kota Palu akan memusatkan pelaksanaannya di dua tempat yakni lapangan Vatulemo dan Lapangan Stadion Mini Petobo Palu.
Alasan paling mendasar pemerintah kota Palu dalam memilih stadion Mini Petobo sebagai tempat pelaksanaan sholat Idulfitri adalah wujud silaturahmi dan rasa kebersamaan Pemerintah dan masyarakat Korban Gempabumi dan Likuefaksi di Kelurahan Petobo .
“Kita ingin merayakan hari Raya Idul Fitri kali ini bersama-sama dengan masyarakat kita yang terdampak parah Likuifaksi di Petobo,” ungkap Wali kota.
Wali kota Hidayat mengatakan pihaknya akan mengerahkan segenap aparat Pemerintah Daerah kota Palu khususnya para Kepala OPD untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di Lapangan Petobo. Sementara di Lapangan Vatulemo, akan dihadiri oleh Wakil Wali kota Palu,Sigit Purnomo Said.
Selain lokasi pelaksanaan Sholat Idul Fitri, dalam rapat tersebut juga disepakati tentang lokasi pelaksanaan Sholat Idul Adha tahun 2019 mendatang, yaitu dipusatkan di Lapangan Gawalise, kota Palu. Sehingga dengan begitu, Pemerintah kota Palu juga bisa bersilaturahim dengan masyarakat yang terdampak bencana di bagian Barat kota Palu.
Sementara itu, pada Idul Fitri kali ini Pemerintah kota Palu tidak menggelar Pawai Takbir dengan konvoi di jalan, namun memusatkan penyelenggaraan Takbiran di Lapangan Vatulemo dan di Masjid masing-masing bersama Forkopimda kota Palu serta masyarakat.
Peniadaan Pawai takbiran dimaksud didasari pertimbangan kondisi Jalan dan Lalulintas yang akan mengalami peningkatan dimalam takbiran,sementara usai dilanda bencana 28 september 2018 Silam,salah satu Jembatan Penghubung dikota Palu yakni Jembatan Palu IV terputus Total.
Akibatnya,sejumlah Jembatan dikota Palu mengalami Kepadatan dan berakibat kemacetan Panjang di ruas ruas jalan tertentu.
“Kita Pusatkan Penyelengaraan Takbiran di masjid masjid,menghindari kemacetan parah yang sering terjadi saat Malam Takbiran,apalagi Kondisi Jembatan Kita saat ini tidak memungkinkan dengan jumlah pengguna Jalan yang pastinya akan meningkat “ Jelas Hidayat.***
Penulis : Heru








