Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Walau Pertamina Jamin Stok Aman,LPG 3 KG Tetap Langka Di Sulteng

Akibat Gas LPG 3 Kg langka,Masyarakat di lokasi hunian sementara di desa Bangga terpaksa memasak pakai kayu bakar untuk berbuka puasa,(Foto : portalsulawesi)

Palu,portalsulawesi.id- Walau pihak PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi memastikan sudah mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM dan LPG di Provinsi Sulawesi Tengah menyusul meningkatnya konsumsi masyarakat saat memasuki bulan Ramadhan 1440 Hijriah,namun kenyataanya dibeberapa wilayah disulawesi tengah Kelangkaan Gas Melon masih saja terjadi.

Penyampaian ketersediaan Stok LPG 3 Kg pada level aman  tersebut disampaikan Unit Manager Communication & CSR MOR VII saat menggelar acara buka bersama media di Palu, Sulteng, Sabtu (11/8)silam,“Kami sudah prediksi peningkatan konsumsi tersebut berdasarkan pengalaman Ramadhan dan lebaran tahun lalu serta trend konsumsi selama tahun 2019 ini,” ujarnya

Menurutnya, Pasokan LPG di Sulteng juga mengalami peningkatan. Untuk LPG Tabung 3 Kg bersubsidi, Pertamina telah menambah pasokan sebanyak 11,9% atau sebanyak 169 Metrik Ton (MT) yakni setara 56.333 tabung per hari dari konsumsi harian normal sebesar 151 MT atau setara 50.333 tabung per hari.

“Selain itu khusus untuk LPG Non PSO, Pertamina juga telah menambah stok harian hampir 15% yaitu dari 7 Metrik Ton (MT) menjadi 8 MT,” ujar Hatim kala itu.

Kenyataanya,dibeberapa wilayah Sulawesi tengah Kelangkaan Gas LPG 3 Kg masih sangat terasa,bahkan dibeberapa Kabupaten seperti Kabupaten Tojo Unauna dan Kabupaten Donggala,harga Gas LPG bersubsidi ini meroket hingga mencapai harga Rp.45.000 pertabung.

Kelangkaan yang paling parah terjadi di Wilayah Kepulauan Togean,Wakai,Walea besar dan sekitarnya,keberadaan Gas LPG 3 Kg semakin langka dengan Harga yang melambung tinggi jauh dari harga Eceran tertinggi.

Persoalan yang dihadapi masyarakat kepulauan adalah ongkos angkut LPG Tabung 3 Kg dari Kota ampana ke wilayah kepulauan butuh biaya tambahan,biaya tersebut ditanggung oleh pengecer atau agen LPG.

“ Harga LPG dari agen Rp.18.500,ongkos muat buruh angkut ke kapal Rp.3000/tabung,ongkos kapal Rp.1500/tabung,ongkos buruh bongkar Rp.3000/tabung.total ongkos angkut Rp.7500,-jadi pastinya kita jual sekitar Rp 30-35 ribu pertabung “ kata salah satu pengecer LPG  asal Desa ketupat Kecamatan Togean .

Demikian pula Bahan Bakar Minyak (BBM),diwilayah Gugusan Kepulauan Togean,Walea ,Walea Besar,Unauna,Wakai hingga Pulau Talatako Kabupaten Touna kelangkaan BBM membuat sebagian besar Warga yang berprofesi Nelayan enggan melaut,padahal di wilayah ini merupakan salah satu wilayah yang ditetapkan pemerintah sebagai Daerah dengan penyesuaian Harga BBM satu Harga.

“BBM satu Harga di Kepulauan Togean hanya Tinggal cerita,sering BBM dinyatakan Habis dipangkalan minyak,tetapi dikios pengecer selalu tersedia dengan Harga yang lebih mahal daripada Pangkalan tentunya “ Ujar Rafik,salah satu tokoh pemuda Togean Asal Desa Lebiti.

Demikian pula keberadaan Gas LPG 3 Kg,selain Harga yang melambung tinggi,keberadaan Tabung Gas melon tersebut terbilang langka,bahkan Agen LPG yang biasanya mendapat pasokan Stok Gas LPG 3 Kg tampak kesulitan memenuhi permintaan masyarakat tersebut.

“Gas LPG 3 Kg disini selain mahal ,langka pula,kalo ada dipangkalan hanya sesaat saja,begitu pergi dicek pasti langsung habis,padahal barusan orang agen bongkar stok “ keluh ibu mariana,warga Ampana kepada Portalsulawesi.

Di kabupaten Sigi,tepatnay di Desa Bangga Kecamatan Dolo selatan,masyarakat yang tinggal ditenda tenda pengungsian kembali mempergunakan Kayu Bakar untuk memasak,hal ini terpaksa dilakukan agar masyarakat bisa menyajikan makanan baik saat berbuka atau Jelang waktu makan sahur.

“kami terpaksa pakai dapur tanah kembali,cari kayu bakar disekitar huntara untuk memasak karena susah dapat Gas disini “ ujar Ibu Nurtin (44) Kepada portalsulawesi,Rabu (15/05).

Menurut pengakuan ibu rumah tangga korban banjir Bandang ini,dirinya bersama kaum ibu di Huntara sering menyusuri kampung kampung tetangga hanya sekedar berburu gas LPG,bahkan dirinya pernah sampai kepalu untuk sekedar mencari Gas ,padahal jarak Palu dengan Desa Bangga Mencapai 42 Km lebih.

“saya beberapa kali pinjam motor tetangga hanya untuk pergi cari gas,bahkan kami sampai di Kota Palu ba cari Gas,kadang dapat kadang tidak,kalua dapat biasanya harga sudah mencapai 30-40 ribu “ ujarnya.

Harapan masyarakat,Pemerintah melalui dinas terkait dapat menseriusi kelangkaan LPG 3 Kg disulteng,karena di indikasikan banyak pihak yang mencoba mencari keberuntungan dilingkaran bisnis Gas Melon ini,keadaan ini diperburuk dengan minimnya pengawasan Distribusi Gas LPG 3 Kg keluar Propinsi .***

Penulis : Tim Redaksi Portalsulawesi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *