Palu, portalsulawesi.id- Para dosen yang ada di Lembaga Universitas Tadulako (Untad) yang menjunjung tri darma perguruan tinggi kembali meneguhkan jati diri sebagai akademisi. Hal tersebut dilihat dari kegiatan Penandatanganan Kontrak Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), pada Sabtu (23/3).
Penandatangan kontrak itu merupakan tindaklanjut dari lolosnya proposal penelitian dan pengabdian masyarakat yang sebelumnya diajukan oleh para dosen melalui simlitabmas. Proposal yang diajukan itu, sesuai penuturan Ketua LPPM UNTAD, Ir Donny M Mangitung PhD, diperiksa oleh reviewer nasional sebelum dinyatakan lolos.
“Jadi ini sudah berjenjang. Hari ini, penandatanganan kontrak yang akan dilakukan oleh bapak/ibu dosen. Setelah ini, sampai November nanti dapat melaksanakan kegiatan hingga tahapan akhir,” ujar Ketua LPPM.
Seorang dosen salah satu fakultas menyatakan bahwa dosen yang lolos penelitian dan pengabdian masyarakat merupakan dosen yang memang terus menunjukkan jati diri sebagai akademisi. Hal itu terlihat dari semangat yang ditunjukkan, selama ini tidak eksis berkomentar di medsos, tetapi ternyata mengalirkan semangat menulis dengan melakukan penelitian dan pengabdian.
“Kegiatan ini amat baik. Namun, sayangnya masih konvensional atau pakai cara lama. Harusnya sudah sesuai Permenkeu (…), yaitu luaran penelitian sudah harus artikel yang terbit di jurnal internasional yang terindeks scopus, bukan lagi laporan penelitian yang tebal, ditambah dengan hal lain yang memberatkan dosen peneliti,” ujarnya.
Dari hasil pantauan media ini, dosen yang lolos penelitian dan pengabdian masyarakat itu juga ada di antaranya dosen yang diberi tugas tambahan, di antaranya Dekan FMIPA, Dr Rusydi, Dekan Faperta, Dr Muhardi, Dekan FKM, Dr Nurdin Rahman, Dekan FISIP, Dr Muh Nur Ali, Direktur Pascasarjana, Prof Alam Anshari, Wakil Dekan Akademik Faperta.
Selanjutnya, Dr Rustam Abd Rauf, Wakil Dekan Umum dan Keuangan FKIP, Dr Jusman, Wakil Dekan Umum dan Keuangan FKM. Bahkan, Rektor UNTAD, Prof Dr Ir Mahfudz MP saat ini juga termasuk dosen yang proposalnya dinyatakan lolos menerima hibah dari Kemenristekdikti, termasuk mantan Rektor, Prof Basir Cyio yang juga menerima hibah penelitian dan terlihat berada di tengah-tengah peserta.
Info yang dihimpun media ini pula, Untad saat ini terus berupaya meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, terutama untuk kalangan professor.
Berdasarkan penelusuran, dalam empat tahun terakhir, Prof Basir Cyio adalah yang tertinggi jumlah artikel yang terbit di jurnal internasional bereputasi terindeks scopus dengan 10 artikel, disusul Prof Mery Napitupulu 9 artikel, dan para professor lain.*
Penulis : Hanet CR01








