Sigi,portalsulawesi.id- Jembatan Penghubung yang terletak di Desa bakubakulu adalah salah satu jembatan sasaran kerja TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 104 di Kecamatan Palolo,Kabupaten Sigi.
Keberadaan Jembatan ini sangat Vital dikarenakan posisinya berada ditengah lintasan pembukaan jalan yang direncanakan sekitar 11,5 KM oleh TNI untuk dibuka,kondisi cerukan yang curam dan rawan banjir di sekitar pembangunan Lokasi jembatan ini menjadi tantangan tersendiri bagi satgas TMMD.
Akan tetapi,Kondisi alam yang menantang ini teratasi dengan semangat Gotong Royong Masyarakat dan para Prajurit TNI yang tergabung dalam satgas TMMD ke 104 yang dilaksanakan Kodim 1306/Donggala.
Memasuki akhir Minggu pertama sejak TMMD dilaksanakan,Pembangunan Jembatan Ngangamunti memasuki tahap perampungan,jembatan Kayu nan Kokoh terpasang diatas susunan konstruksi Bronjong yang tampak sangat rapi dikerjakan oleh tangan tangan Profesional.
Rampungnya Jembatan Ngangamunti dalam waktu seminggu adalah berkat kerjasama dan semangat gotong royong masyarakat desa Bakubakulu bersama Satgas TMMD ke 104 di Palolo.
Satuan Tugas TMMD di Desa bakubakulu terdiri dari 18 Personil dari Batalyon 714 dengan Komandan Peletonnya Letda CKM Tandi,didampingi Babinsa dari Pos Palolo yakni Kopda Hendrik dan Serka Junaid.
Tampak Pula Kapten Inf,Hanafi Trifitrianto turut larut bersama prajurit dan masyarakat dalam perampungan jembatan Ngangamunti ,Komandan Pos Koramil 1306.02/Biromaru ini tampak tak segan segan mengangkat kayu bantalan yang dijadikan gelagar jembatan ngangamunti.
“kehadiran saya disini sebagai bentuk kebersamaan kepada adik adik satgas TMMD dan juga bentuk penghargaan saya atas kerjasama masyarakat yang telah meluangkan waktunya membantu kami menyelesaikan pembangunan jembatan ini “ Ujar Danramil Biromaru tersebut,senin (04/03/2019).
Sementara itu,ditempat terpisah,Danton Satgas TMMD Ke 104 di Palolo,Letda CKM Tandi juga tak kalah gesitnya dengan Anggota Satgas ,perwira pertama yang bertugas di Kompi Kesehatan Batalyon 714 ini terus mendampingi anggota Satgas TMMD dalam merampungkan pekerjaannya.
“selaku penanggung jawab lapangan,saya harus mengontrol semua titik yang diprioritaskan agar sasaran pembangunan bisa tepat waktu,syukurnya para prajurit dan masyarakat kompak bekerja sama “ Kata Danton Satgas TMMD ke 104 dipalolo kepada portalsulawesi.
Rais,masyarakat yang memiliki kebun disekitar jembatan ngangamunti merasa sangat gembira melihat progress pembangunan jembatan Ngangamunti yang telah rampung 100 persen,dirinya merasa bersyukur karena bisa membawa hasil kebunnya ke kampung dengan kendaraan tanpa takut lagi akibat kondisi jembatan ngangamunti dahulu yang membahayakan pengguna jalan.
“kami bersyukur leh karena jembatan itu jadi,kami tidak takut lagi melintas dengan kendaraan karena sudah ada jembatan,bahkan bukan hanya motor bisa lewat disitu,mobilpun sudah bisa “ Ungkapnya senang.***
Penulis : Heru








