Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Resimen Mahasiswa Pawana Sakti Kunjungi Pelosok Kecamatan Sindue

Resimen Mahasiswa Pawana Sakti Sulteng mengunjungi Warga Desa Taripa Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala (Foto :Ist)

Sindue,Donggala,portalsulawesi.id– Resimen Mahasiswa Pawana Sakti Provinsi Sulawesi Tengah, mengunjungi masyarakat pedalaman Desa Taripa Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala.Sabtu (02/03/2019).

Sebelumnya, diketahui ada 16 KK di Desa Taripa Dusun Sitabo Kecamatan Sindue Sulawesi Tengah yang juga terkena dampak bencana 28 September 2018. 16 KK tersebut hidup dipegunungan, dengan keadaan tempat tinggal dan makanan yang sangat sederhana.

Dari hasil pantauan media ini juga, akses jalan menuju ke kampung tersebut sangat memprihatinkan dikarenakan belum adanya jembatan penghubung diatas sungai yang deras,sehingga warga harus berhati hati dalam menyebrangi sungai.

Olehnya, Resimen Mahasiswa Pawana Sakti Provinsi Sulawesi Tengah yang dikomando oleh Sekertaris Daerah Sulteng, Drs Hidayat Lamakarate M.Si, kerja sama dengan Kodim 1306 .12/Sindue mengunjungi Dusun tersebut.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Linjamsos, Sosial Sulteng Bapak, Anser, mengatakan,  kita bersama IOM-OIM, Unicef, Palang Merah, Resimen Mahasiswa, BPBD, serta Dinas Sosial Provinsi akan memberikan bantuan, sesuai dengan apa yang telah diusulkan Babinsa.

“Kami memberi bantuan itu berupa kelambu, tenda, serta sembako,” terangnya.

Sedangkan, wakil Komandan Resimen Mahasiswa Sulteng, Zulkifli, SH, menjelaskan, pogram penyerbuan  Residence mahasiswa  kepada masyarakat pedalaman adalah kita merasa empati kepada masyarakat yang mendapatkan imbas kemarin. Dalam hal ini Residence mahasiswa yang dikomandoi sendiri oleh Drs Hidayat Lamakarate, memberikan kepada kami instruksi untuk turut memberi rasa empati kepada masyarakat.

“Olehnya, kami membawa beberapa bantuan baik sembako, tenda dan lain-lain. Kebetulan kebutuhan masyarakat sini yang kena imbas warga pedalaman. Dari pada mereka berpindah-pindah tempat kesana kemari,” ujar Zulkifli

Namun, kata Zulkifli, kegiatan tidak dilaksanakan terus menerus, namun akan di evaluasi kembali perkembangan masyarakat apa yang menjadi kekurangan.

“Bahkan kami akan mengajarkan mereka cara bercocok tanam, dan akan menjadi desa binaan. Sehingga bantuan ini akan menjadi pendorong bagi mereka untuk dapat membangkitkan kembali semangat untuk hidup,” tandasnya.***

Penulis : Hanes (CR1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *