Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Formasi dan Honor Penerimaan P3K di Muna Masih Misterius

Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muna Rustam diruang kerjanya

Sultra-Muna, portalsulawesi.id- Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K) 2019 di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, Formasi dan gaji honor masih misterius.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Muna Rustam mengatakan seleksi tes CAT P3K di SMA Negeri 1 Raha yang berlangsung dari tanggal 23 sampai 24 Februari 2019, diikuti 197 orang, terdiri dari satu tenaga kesehatan dan 18 penyuluh pertanian, sisanya adalah guru, Dari jumlah yang mendaftar 228 orang.

Selanjutnya Dia menyampaikan, Pendaftar sedikit jumlahnya dari yang diharapkan 500an orang, tidak ada hubungannya dengan BKD, sebab semua pendaftar sudah diatur disistem, bahkan kita di BKD tidak pernah diberitahu harus berbuat apa dan bagaimana dalam tes P3K ini, semua diatur dari pusat.

Anehnya, semua diatur mekanisme tesnya dari pusat, akan tetapi penganggaran honor P3K disuruh Pemerintah Daerah yang membayar dari APBD, tuturnya.

“Dari daerah yang ada di Sultra, hanya empat daerah yang membuka peluang P3K, termaksuk Muna. Pak Bupati Muna beranggapan, jangan sampai masyarakat kecewa dengan Pemda Muna, cukup dengan pusat saja, ikuti saja dulu alurnya, persoalan anggaran nanti kita bicarakan kemudian,” kata Rustam kepada portalsulawesi.id diruang kerjanya, selasa (26/2).

Rustam menambahkan, Data base yang dikirim sama kita, juga kita tidak tahu menahu, sebab nama sudah dikirim dari pusat bahwa inilah yang mngikuti tes.

“Untuk formasi belum kejelasan berapa yang diterima, hanya saja punya standar nilai seperti halnya Tes CPNS 2018 lalu melalui mekanisme CAT. Sementara untuk penggajian P3K dikembalikan ke Daerah untuk membayarkan melalui APBD,” ungkapnya.

“Disisi lain anggaran Pemda Muna masih sangat minim, dari mana kita akan ambilkan anggaran, dari APBD Muna saja sudah menyerap 70% belanja pegawai, ditambah lagi honor P3K, akan menguras lagi APBD kita,” jelasnya.

“Walaupun terseok seok dalam penganggaran, akhirnya pak Bupati mengambil langkah menerima P3K, beliau beranggapan kasihan orang yang sudah bertahun tahun mengabdi, tapi tidak berpeluang untuk masuk P3K,” katanya.

Untuk penganggarannya nanti, saya sudah berkomunikasi dengan BAPEDA ketika sudah lulus P3K, honornya kita usahakan lewat APBD Perubahan 2019 atau APBD 2020, terang Rustam.

Makanya saya yakinkan kepeserta, bahwa Tes P3K ini hanya keberanian, kalau sudah lulus baru kita pikirkan anggarannya seperti apa, bebernya.

Saat ini, Bupati sudah memberikan Signal, penerimaan P3K yang akan diterima jumlahnya 100 orang, tapi kita akan lihat dari ambang batas nilai yang lulus, sebab semua ditentukan oleh pusat dan akan diumumkan oleh pusat di tanggal 1 Maret 2019 sesuai dengan nilai passing grade hasil tes peserta P3K, tutupnya.

Reporter : La Ode Alim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *