PALU, portalsulawesi.id – Kualitas pelayanan KB di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan Terluar (DTPK ), belum begitu dirasakan oleh masyarakat. Dan ini patut menjadi perhatian khusus bagi kita semua.
Apalagi hal ini merupakan salah satu isu strategis dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) BKKBN 2015-2019. Namun hingga di 2019 ini, masalah tersebut masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi BKKBN .
Untuk mewujudkan hal itu, BKKBN tidak dapat bekerja sendiri. Sehingga harus mengembangkan jejaring kemitraan .
“Peran mitra sangat penting dan strategis dalam mewujudkan terselenggaranya program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara umum dan program KB secara khusus,” ujar Plt.Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Tenny C. Soriton.S.Sos.MM pada Forum Koordinasi Peningkatan Kemitraan dalam penggarapan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan Terluar (DTPK ), Miskin Perkotaan dan Sasaran Khusus KB Pria, yang di selenggarakan oleh BKKBN Sulteng, Kamis (21/2/2019), bertempat di ruang pola kantor BKKBN Sulteng.
Permasalahan pelayanan KB dalam hal ini pelayanan kontrasepsi di DTPK antaralain disebabkan karena maaih kurangnya kualitas sumber daya manusia (SDM), Keterbatasan infrastruktur, transportasi, sarana kesehatan, pendidikan, telekomunikasi dan listrik. “Karena itu dibutuhkan strategi yang tepat dalam pelaksanaan pelayanan KB di DTPK,” ujar Tenny C.Soriton.
Dengan mengembangkan jejaring kemitraan termasuk diantaranya dengan babin kamtibmas di kabupaten/kota se sulawesi tengah, diharapkan dapat mendorong peningkatan kepesertaan KB Pria didaerah ini. Sehingga secara tidak langsung pelayanan KB Pria dapat terlayani dengan baik hingga ke seluruh daerah di DTPK. (karin)
REDAKTUR : NILA
Tingkatkan Jejaring Kemitraan dalam Pemerataan Pelayanan KB








