Palu,portalsulawesi.id- Dari data yang diperoleh diseluruh puskesmas yang ada di kota palu selama kurun waktu januari hingga februari tahun 2019, tercatat jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue sebanyak 100 orang. empat diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara pada tahun 2018 kemarin, penderita penyakit DBD di Kota Palu berjumlah 398 orang, dua diantaranyta dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr Husaema,mengatakan korban yang meninggal dunia akibat penyakit dbd itu, sebagian besar mereka yang lambat mengetahui gejala- gejala dbd, sehingga terlambat untuk mendapatkan penanganan medis.
Ia mengakui saat ini pengetahuan masyarakat terkait penyakit mematikan itu masih minim. padahal pihaknya telah menginstruksiakan pusekesmas yang ada di kota palu untuk terus melakukan sosialisasi terkait penularan, dan gejala dari penyakit mematikan tersebut.
“memang hari pertama hari kedua itu biasa panasnya sangat tinggi. lalu tiba tiba panas turun, itu bukan berati proses penyembuhan, malah sudah menuju ke syok, disitulah kadang menipu, sehingga masyarakat tidak tau, dan tidak segera memeriksakan kondisinya di tempat pelayanan kesehatan” ujar kadis kesehatan kota palu, dr Husaema
Untuk menekan tingginya angka penderita penyakit dbd di kota Palu, pihak Dinkes akan kembali menyurati puskesmas yang ada di kota palu, untuk turun kesetiap kelurahan, dan melakukan sosialasi bahaya penyakit DBD, baik secara lisan, maupun tertulis.
“memang ini sudah menjadi program rutin bagi Puskesmas dan dinas Kesehatan kota palu untuk memberi penyuluhan kepada masyarakat terkait penyakit DBD, kita selalu ingatkan juga walaupun bukan musim hujan, masyarakat harus selalu waspada, sehingga penanganan dini bisa dilakukan. tambah dr Husaema
Sebelumnya, Dinkes Kota Palu juga telah melakukan penyemprotan pengasapan (vogging) di setiap wilayah yang dianggap rentan terjangkit DBD.
Demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang hidup di wilayah tropis dan subtropis. Diperkirakan terdapat setidaknya 50 juta kasus demam berdarah di seluruh dunia tiap tahunnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, memasuki pertengahan Februari 2019, tepatnya hingga 14 Februari 2019, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia mencapai 20.321 orang***
Penulis : Risky








