Parimo, portalsulawesi.id – Petani di desa Dolago Padang Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parimo mengalami Gagal Panen,padi yang ditanam pada sawah mereka pada musim tanam kali ini hanya menyisakan bulir padi yang tak berisi dan batang padi yang rusak di serang hama penggerek.
Petani menuding gagal panen kali ini akibat kegagalan Petugas Pengamat Hama Penyakit (PPHP) dalam menangani pengendalian hama padi.
Seperti dilansir dari gemasulawesi.com, salah seorang petani di desa Dolago Padang Zaenal, Kegagalan panen pada saat ini karena tidak adanya bulir padi pada gabah yang dipanen hanya menyisakan kulitnya saja akibat dihantam hama. Ini menjadi kendala tersendiri bagi petani yang mengandalkan hasil panen.
“Kami ini mengalami kegagalan panen padi kali ini sampai 60 persen,” jelasnya.
Faktor kegagalan panen padi ini kata Zaenal, lambatnya antisipasi petugas lapangan dalam mengatasi hama penggerek batang yang menjadi momok bagi petani. Hama satu ini terkenal memiliki kemampuan merusak sangat tinggi apabila tidak ditangani dengan baik. Hasil panen yang menurun drastis secara terus menerus dalam jangka waktu lama sangat merugikan petani.
Sementara itu Kepala Laboratorium Pengamat Hama Penyakit (LPHP) Parimo, Jasi, dalam penjelasannya mengatakan proses tanam padi yang lambat, mengakibatkan potensi kegagalan panen padi pun menjadi tinggi.
“ seharusnya petani menanam pada awal bulan Oktober tetapi petani di Dolago Padang mengawali proses tanam pada bulan November sampai Desember “ungkapnya.seperti dikutip dari gemasulawesi.com
Menurutnya , Petani semestinya serentak menanam pada awal bulan Oktober agar bisa mengendalikan hama penggerek batang tanaman padi secara teritorial. Hal ini merupakan langkah efektif yang ditempuh LPHP Parimo dalam mengendalikan hama penggerek batang tanaman padi sejak awal penanaman.
“Petugas Pengamat Hama Penyakit (PPHP) Parimo, merangkum masukan petani terkait permasalahan di lapangan kemudian melaporkan ke LPHP lalu secara bersama melakukan penindakan langsung ke sawah-sawah pertanian,” Jelas Jasi.
Adapun penindakan hama tanaman padi berupa penentuan jenis dan jumlah obat hama yang akan dipakai berdasar luas sawah. Sistem obat hama yang dipergunakan berupa obat dengan sistem kontak langsung terhadap hama apabila hama nampak terlihat ataupun obat hama dengan sistem sistemik yang dapat dipakai pada awal tanam.
Ditambahkan lagi, keterbatasan personil dengan cakupan wilayah yang luas menjadi kendala tersendiri dalam melakukan pendampingan ke petani.***I
Sumber : Gemasulawesi.com/Jaringan Berita SMSI Sulteng








