Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

KPK Resmi Tetapkan 8 Tersangka Dari 21 Orang Yang Di OTT

Jakarta,portalsulawesi.id –
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 8 orang sebagai Tersangka Pasca ditangkapnya 21 orang yang diduga Kuat melakukan perbuatan melawan hukum,mereka diduga kuat melakukan Gratifikasi sejumlah Proyek SPAM tahun Anggaran 2017-2018.

Seperti dikabarkan sebelumnya,KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan Suap sejumlah Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), sejumlah orang diamankan KPK diantaranya adalah pejabat Kementerian PUPR,Pihak rekanan dan Swasta.

KPK secara resmi menetapkan 8 orang dari 21 orang yang diamankan Jumad sebelumnya (28/12), empat orang pejabat pembuat Komitmen (PPK) dari PUPR dan empat Orang Rekanan Resmi ditetapkan menjadi Tersangka pada Minggu (30/12/2018).

Dari 8 orang tersangka, 4 di antaranya merupakan pejabat Kementerian PUPR yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Waro Kustinah, PPK SPAM Darurat Teuku Moch Nazar dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Sedangkan 4 orang lainnya dari pihak swasta yakni Dirut dan Direktur PT Wijaya Kusuma Emindao (WKE) Budi Suharto serta Lily Sundarsih, dan dua Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa Irene Irma serta Yuliana Enganita Dibyo.

“Peristiwa tangkap tangan yang dilakukan KPK kemarin dibeberapa tempat berbeda,mereka di amankan KPK terkait dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pelaksanaan proyek SPAM tahun anggaran 2017-2018,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat jumpa pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Minggu (30/12/2018)

Ironisnya,KPK mengungkapkan bahwa dugaan suap tersebut tersebut salah satunya soal proyek SPAM di daerah bencana di Sulawesi Tengah,yakni Proyek pengadaan pipa HDPE untuk air bersih di Donggala,Sulawesi Tengah.

“KPK mengecam keras dan sangat prihatin karena dugaan suap ini salah satunya terkait dengan proyek pembangunan SPAM di daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah yang baru saja terkena bencana tsunami,” ucap Saut prihatin.

Total Suap ke Pejabat PUPR Rp 5,3 M, USD 5 Ribu dan SGD 22 Ribu***

Penulis : Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *