Parimo – portalsulawesi.id pengimbasan pembelajaran STEM harus berimbas pada sekolah yang belum menjadi sekolah rujukan di tingkat sekolah menengah pertama (SMP), salah satu sekolah rujukan SMP N 1 Bolano Lambunu melakukan workshop pengimbasan pembelajaran kepada lima sekolah yang ada di Kecamatan Bolano dan Bolano Lambunu.
Pengimbasan kepada lima sekolah yakni SMP Neg 2 Bolano, SMP Neg 4 Bolano Lambunu, SMP 5 Bolano Lambunu, SMP 6 Bolano Lambunu, Satap 1 Bolano Lambunu, yang di laksanakan SMP Negeri 1 Bolano Lambunu sabtu 8/12/2019, selaku sekolah rujukan, seharusnya kegiatan ini sudah di laksanakan pada bulan november kemarin, berhubung banyaknya kegiatan pada bulan tersebut sehingga kegiatan workshop ini di tunda.
“Tujuan Workshop pengimbasan memberikan standar pembelajaran bermutu, workshop pengimbasan peningkatan berbasis STEM, Mengintegrasikan STEM dalam Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013 Tingkat Sekolah Menengah pertama. Kegiatan ini bertujuan untuk berdiskusi langsung dengan guru, administrator, pihak pemangku kepentingan dan pemerhati pendidikan terkait dengan pembelajaran abad 21” Tutur Kepala SMP Negeri 1 Bolano Lambunu, Dra. Nurhayati, S.Pd
STEM mencoba menjawab tantangan tersebut dengan mengintegrasikan ke empat komponen yakni Sains, Teknologi, Engineering/Teknik, dan MIPA Matematika IPA, PPKn dan IPS, ke dalam materi pelajaran Tingkat Sekolah Menengah pertama (SMP), namun tetap sejalan dengan Kurikulum 2013.
“kami juga bermaksud mengumpulkan informasi serta saran langsung dari guru serta stakeholder bidang pendidikan mengenai pendidikan STEM” Tambahnya
Dalam workshop tersebut, Basor S.Pd,M.Pd, selaku pemateri dari SMP Negeri 1 Bolano Lambunu memberikan pemahaman tentang sistem pembelajaran berbasis STEM kepada Peserta workshop,
“Diharapkan memberikan penjelasan mengenai peluang atau celah untuk STEM berada di dalam K13, Keantusiasan guru dalam mengimplementasikan STEM ke dalam pembelajaran K13” Ujarnya.
“Tapi bagaimana cara mengkolaborasikan atau menerapkan seluruh komponen yang ada dalam pelajaran-pelajaran tersebut di kelas. Dengan kata lain, siswa dituntut untuk mampu menganalisa dan berpikir kritis dalam mengolah data dan menyelesaikan suatu masalah dikehidupan sehari-hari. Dalam bidang Science (Sains), siswa dituntut untuk mampu menggunakan pendekatan scientific method dalam menyelesaikan suatu masalah dalam kehidupan sehari-hari, Dibidang Teknologi, siswa akan berkolaborasi dalam penggunaan teknologi baik untuk mengolah data maupun menyampaikan informasi yang mereka dapatkan. Bidang Teknik, siswa akan mengkolaborasikan hasil temuannya guna menciptakan suatu produk atau dapat pula mencari solusi-solusi yag tepat” Ucapnya
Lanjut dia, Sedangkan dalam bidang Seni siswa akan mengkreasikan produk/temuan mereka agar dapat diterima oleh masyarakat ataupun bagaimana cara mereka mempromosikan hasil temuan tersebut. Selanjutnya adalah dalam bidang Matematika, siswa akan mengunakan pendekatan matematika dalam mengolah data yang mereka dapatkan.
Semntara itu kepsek SMP Negeri 1 Bolano Lambunu, Dra. Nurhayati S.Pd, mengatakan Melalui pembelajaran STEAM, siswa akan terlatih untuk menganalisa permasalahan-permasalahan yang ada.
“Mengunakan berbagai pendekatan, baik sains, teknologi, teknik, seni, maupun matematika. Selain itu, siswa akan terlatih pula untuk berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, siswa akan terlatih untuk memberikan pendapatnya baik tulisan maupun lisan” Jelasnya.
“Proses dalam pembelajaran STEAM adalah dengan menggabungkannya ke dalam paradigma pembelajaran kohesif berdasarkan dunia nyata. STEAM sendiri dibagi 3 level atau tingkatan. Pada level 1, proyek yang diberikan bersifat pendek, artinya hanya untuk diselesaikan dalam waktu yang tidak lama (2-6 periode pembelajaran). Level 2, lama penyelesaian proyek bisa 1-3 bulan dan siswa dimita untuk membuat laporan berupa e-portfolio, poster, atau video. Sedangkan level 3, proyek bersifat long term project yang membutuhkan waktu hingga 5-6 bulan. Siswa diminta untuk membuat penelitian/invensi/temuan baik secara individu maupun kelompok” Tutupnya.
CR : Deni Renaldi / Yunus
Editor: Yunus
Penerbit : Redaktur








