Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Tuntut Harga Kopra Naik, Warga Ongka Malino Blokir Jalan

Parimo – portalsulawesi.id – Ratusan warga pada sejumlah Desa di Kecamatan Ongka Malino, Kamis (06/12/2018) siang memblokir jalan trans Sulawesi, massa aksi menuntut pemerintah dan DPRD Parigi Moutong segera mengintervensi harga kopra yang terjun bebas.

Ratusan warga memblokade jalan trans Sulawesi di Desa Malino Kecamatan Ongka Malino dengan membakar ban bekas serta meletakan puluhan kelapa di jalan raya yang menghubungkan Provinsi Gorontalo dengan Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.

Nasar Pakaya, salah seorang orator yang diwawancarai portalsulawesi.id melalui telepon selularnya, mengaku, aksi tersebut berlangsung sejak pukul 13:00 waktu setempat.

Kata dia, selain menghamburkan puluhan bahkan ratusan kelapa di jalan, para pendemo yang rata-rata petani kelapa dan para aktivis yang tergabung dalam organisasi yang menamakan dirinya sebagai Aliansi Pemuda Peduli Harga Kopra (APPHK), juga membakar ban bekas dan meletakan Kelapa di tengah jalan, sehingga kendaraan tidak bisa melewati jalur tersebut.

“Kami menuntut agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat ikut memberikan solusi untuk mengatasi persoalan harga kopra ini, banyak petani merugi, karena kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat kecil” kata Nasar Pakaya yang juga mantan Presiden BEM IAIN Sultan Amai Gorontalo ini.

Selain itu, beberapa orator lainnya yakni, Taufik, Wiranto dan Renaldi turut menyampaikan beberapa tuntutan.

Dalam orasinya mereka menuntut
1. Naikkan harga kopra
2. Mendesak Bupati Parigi Moutong dan DPRD Parigi Moutong untuk mencarikan solusi terkait harga kopra
3. Tolak Jokowi di Pulau Sulawesi jika tidak mampu memberikan solusi dalan menaikkan harga kopra
4. Mendesak Kapolres Parigi Moutong untuk menangani kelangkaan BBM di setiap SPBU
5. Mendesak Kapolres Parigi Moutong untuk memberantas miras dan prostitusi di wilayah hukum Polres Parigi Moutong

Aksi berlangsung di Desa Malino, dilanjutkan ke Kantor Camat Ongka Malino dan berakhir di Desa Kayu Jati ini mendapatkan pengawalan pihak kepolisian dari Polsek Bolano Lambunu dan Polres Parigi Moutong.

Reporter : Yunus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *