Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Pat Gulipat Proyek RTJK Di Parimo Tebar ” Bau “KKN

Parimo,portalsulawesi.id– Sejumlah Kejanggalan mulai terkuak dari sebuah pelaksanaan Proyek pembangunan 25 unit rumah transmigran dan jamban keluarga (RTJK) di Moian, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) senilai Rp1,6 miliar sarat Korupsi,Kolusi dan Nepotisme

Proyek yang melekat di Dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi (Nakertras) Parimo ini terkesan dikerjakan asal asalan,kondisi bangunan pun tidak lebih bagus dari sebuah “kandang Sapi” .

Apalagi disinyalir,Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan itu, Dadang, diduga kuat terima suap. Bahkan kabarnya , pada proyek pembangunan unit hunian yang diperuntukkan bagi warga tersebut,para pengelolanya dikabarkan mencairkan fulus tanpa diketahui oleh Kepala Disnakertrans Parimo, I Wayan Sariana.

Dalam melakukan pencairan fulus proyek pembangunan RTJK, pihak CV Jundi Perdana (Rusli Nopo, Adam Lasahoro, Dadang- Rusli Nopo Cs) disebut melakukan empat kali pencairan fulus secara Ajaib.

Ajaib, dikarenakan proses pencairan duit dilakukan tanpa sepengetahuan I Wayan Sariana selaku Kepala Disnakertrans Parimo.

Empat kali pencairan fulus proyek RTJK dilakukan Rusli Nopo cs dan diduga tanpa sepengetahuan I Wayan Sariana ialah Rp570 juta, Rp233 juta, Rp150 juta dan Rp208 juta.

Selain proses cairkan fulus “dibelakang” I Wayan Sariana selaku Kepala Disnakertrans Parimo, Rusli Nopo Cs, pencairan duit proyek sarat korupsi itu juga dilakukan jauh sebelum kontrak pekerjaan usai.

Rusli Nopo Cs, mencairkan fulus proyek RTJK secara keseluruhan pada tanggal 18 Nopember 2018. Sedangkan kontrak proyek 25 unit hunian type 36 itu ialah 30 Nopember 2018.

Dilansir dari koranindigo.online, Kepala Disnakertrans Parimo I Wayan Sariana menyatakan tidak tahu menahu soal proyek RTJK tersebut.

Sekertaris Daerah Parigi Moutong,Ardi Kadir S.Pd kepada portalsulawesi mengatakan segera menugaskan Inspektorat untuk menelusuri dan memeriksa semua fihak terkait pekerjaan tersebut,hasil pemeriksaan akan segera ditindak lanjuti.

“Saya sudah memerintahkan Inspektorat untuk turun lapangan memeriksa pekerjaan tersebut, segera kita evaluasi jika ada temuan dari pekerjaan disana ” Tegasnya.***

Sumber :Koranindigo.online

Editor/Penulis : Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *