Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Ruas Jalan Kecamatan Putus ,Relawan ACT Sindue Tambusabora Kerja Bakti Taklukkan Longsoran

Relawan ACT desa Tibo melaksanakan kerja bakti untuk membuat jalan setapak darurat di longsoran material ruas jalan kecamatan penghubung desa Tibo dan Desa saloya Kecamatan Sindue Tambusabora kabupaten Donggala (foto :Heru)

Sindue,portalsulawesi.id– Sebuah Ruas jalan Penghubung di Kecamatan Sindue Tambusabora kabupaten Donggala yang menghubungkan Desa Marana dan Desa Saloya dan Tibo putus tertimbun Longsoran tebing,material longsoran yang menutupi badan jalan sudah sejak Bencana hampir dua bulan lalu terkesan dibiarkan pemerintah.

Relawan Kemanusiaan lokal Aksi cepat Tanggap dari Desa Tibo yang tergabung dalam Relawan ACT Sindue Tambusabora melakukan sebuah aksi luarbiasa,dengan berbekal alat seadanya mereka membuka akses jalan penghubung satu satunya yang melintasi desa Tibo ke desa saloya.

Ditemui dilokasi Longsoran,koordinator relawan ACT Sindue Tambusabora ,azwar memimpin 20 orang relawan lokal bekerja membuat akses jalan darurat melintasi longsoran tebing yang rapuh,mereka bekerja dengan peralatan seadanya seperti cangkul,sekop dan Golok bahkan pakai tangan kosong untuk membuka akses jalan yang saat ini telah bisa ditembus oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Menurut Azwar,kerja bakti relawan ACT murni inisiatif masyarakat desa Tibo,selain untuk mempermudah akses jalan buat penduduk yang melintasi jalan tersebut,dengan terbukanya akses jalan penghubung ini diharapkan dapat mempermudah distribusi bantuan kepada warga  di sekitar Desa Saloya.

“Akses jalan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,karena saat ini masyarakat hanya mempergunakan jalur alternative yakni memutar melewati desa Ape Maliko atau melewati Sungai,sementara saat ini sungai Saloya sering meluap sehingga membahayakan Distribusi bantuan dan masyarakat yang melintas “ Ujarnya .

Azwar juga memnjelaskan upaya yang telah dilakukannya dengan masyarakat di desanya dengan meminta bantuan pemerintah baik itu di Kabupaten maupun Propinsi juga pengusaha Galian C yang ada didesanya untuk mengerahkan Alat berat dalam membuka akses jalan tersebut,tetapi hingga sekarang belum ada hasilnya.

“kami sudah sampaikan ke Camat Sindue tambusabora,ke Bupati dan berharap banyak dengan pak gubernur agar bisa membantu kami membuka akses jalan yang tertimbun material longsoran ini,tetapi dari semenjak gempa hingga sekarang tidak ditanggapi “ keluhnya dan di benarkan warga yang ikut gotong royong tersebut.

Harapannya,pemerintah kabupaten atau propinsi Sulawesi tengah untuk dapat merespon keluhan mereka di desa tibo dan desa saloya tersebut,paling tidak Pemerintah dapat turun tangan meminta pengusaha Galian C di desa Tibo agar mengerahkan alat beratnya untuk membuka akses jalan tersebut.

“Pemerintah hari ini masih menutup mata dengan kondisi kami hari ini,berapa kali kami lakukan komunikasi komunikasi kepada pemangku kebijakan tetapi hasilnya Nihil alias Nol “ Ungkapnya kecewa.

Bekerja dengan Peralatan seadanya tak menyurutkan semangat Relawan ACT desa Tibo  dalam membuat jalan darurat di longsoran terjal pada ruas Jalan Tibo _Saloya (foto :Heru)

Pantauan media ini dilapangan,banyaknya warga pengguna Jalan ruas Tibo –Saloya yang mempergunakan Jalan darurat yang dikerjakan Relawan Aksi cepat Tanggap (ACT) Desa Tibo,peralatan sederhana untuk kerja bakti membuka akses jalan darurat bagi warga tidak menghalangi niatan Tulus mereka.

Iwan,salah seorang pengguna Jalan Ruas Tibo-Saloya menyatakan kesyukurannya dengan upaya yang dilakukan relawan ACT Desa Tibo,menurutnya dengan terbukanya Akses jalan darurat tersebut mempermudah dia dan warga lain dalam berurusan baik ke desa Tibo maupun pulang ke desanya di saloya.

“Dengan dibukanya jalan ini kami tidak ba putar jauh lagi kalo mau turun ke Desa Tibo,apalagi kondisi ekonomi kami ini belum stabil pasca bencana “ katanya.***

Penulis : Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *