Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Basarnas Kembali Evakuasi Korban Likuifaksi di Petobo

Tim Evakuasi Basarnas mengotong kantong mayat berisi jenazah warga Birobuli utara yang ditemukan di lokasi Likuifaksi Petobo (Ist)

Palu,portalsulawesi.id– memasuki hari ke 48 pasca bencana alam gempabumi,Tsunami dan Likuifaksi di Kota Palu,Sigi dan Donggala,Badan SAR Nasional Kantor SAR Kota Palu kembali mengevakuasi satu jenazah korban gempa dan likuifaksi di Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Senin (12/11).

Jenazah yang teridentifikasi bernama Ridwan Mar’uf (64) adalah warga yang tewas tertelan ganasnya bencana likuifaksi di kelurahan Petobo,jumad (28/9) silam,identitas almarhum terungkap sesuai dengan ktp yg ditemukan pada jenazah korban.

“Setelah kami mendapat laporan warga sekitar pukul 16.40 wita, saya langsung mengerahkan personel menuju lokasi untuk melakukan evakuasi,” kata Kepala Kantor SAR Palu Basrano, seperti yang dilansir dari kantor berita Antara.

Tim Basarnas Kota melakukan evakuasi dengan dukungan personel berjumlah delapan orang serta dilengkapi dengan satu unit mobil rescue, satu unit motor trail dan alat pertolongan lainnya dan proses evakusi dilakukan secara manual dibantu warga setempat.

Sekira pukul 17.50 wita, jenazah berhasil dievakuasi dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga di jalan Kijang  untuk dimakamkan ,

“Jenazah tersebut adalah warga Kelurahan Birobuli Selatan beralamat di Jalan Kijang, Palu, sesuai identitas KTP ditemukan disaku korban dan jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” kata dia.

Menurut dia, di wilayah terdampak likuifaksi Kelurahan Petobo diperkirakan masih banyak korban tertimbun lumpur yang sudah mengering.

Meski begitu, sebut dia, pihaknya masih tetap melakukan evakuasi jika masih ada laporan warga.

Hingga kini total korban dievakuasi oleh tim Basarnas Palu sebanyak 965 orang, 86 di antaranya selamat dan 879 meninggal dunia.

Bencana gempa bumi bermagnitudo 7,4 pada Skala Richter 28 September 2018, mengakibatkan tsunami dan likuifaksi meluluh-lantakkan Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala dengan menelan lebih dari dua ribu korban jiwa.

Selain di Kelurahan Petobo,Likuifaksi Juga terjadi di kelurahan balaroa kecamatan Palu Barat serta di Desa Jono Oge dan Desa Sibalaya Selatan kabupaten Sigi,hingga saat ini di lokasi bencana masih sering ditemukan jenazah yang tertimbun Lumpur***

Penulis :Afdal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *