Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Tak Ingin Cuman Laporan, Ridwan Bae Tinjau Langsung Lokasi Jembatan Penghubung Pulau Muna – Buton

Sultra-Baubau, portalsulawesi.id – Ridwan Bae sebagai anggota DPR RI melakukan kunjungan langsung dilokasi pembangunan jembatan penghubung Pulau Muna dan Buton, rabu (7 November 2018).

Titik lokasi jembatan penghubung pulau Muna terletak di Desa Baruta Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah sementara titik lokasi di pulau Buton berada di Kelurahan Palabusa Kecamatan Lealea Kota Baubau.

Dihari yang bersamaan RB sapaan akrabnya mengunjungi dua titik jembatan penghubung yang dimulai dari titik Desa Baruta kemudian menyeberang kepulau Buton menuju titik penyeberangan yang berada di kelurahan palabusa.

Anggota DPR RI Ridwan Bae mengatakan Ini perjuangan panjang, saya sudah 4 tahun di DPR RI, namun pada saat itu Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berpandangan lain melihat Sulawesi Tenggara belum layak melakukan pembangunan jembatan penghubung daratan Pulau Muna – Pulau Buton dan Muna – Kendari.

Namun RB terus meyakinkan kepada menteri PUPR ataupun Dirjen bahwa kawasan Indonesia timur harus dilihat dalam pandangan jauh, 10 hingga 50 tahun kedepan.

“Pulau jawa sudah penuh dengan pembangunan dan investasi, kita perlu giring pembangunan dan investasi beralih ke Indonesia timur khususnya Sulawesi Tenggara,” kata Ridwan kepada awak media saat melakukan melakukan tinjau lokasi pembangunan jembatan penghubung di Kelurahan Palabusa Kota Baubau, rabu (7/11).

Anggota DPR RI Ridwan Bae saat meninjau lokasi pembangunan jembatan penghubung Kabupaten Buton Tengah dan Kota Baubau di Kelurahan Palabusa Kecamatan Lealea (Foto : La Ode Alim)

Saat menjelaskan pada menteri PUPR, RB berpandangan, bahwa Jawa dan daerah maju lainnya berbeda dengan wilaya kita di Sultra, mungkin jawa bisa membangun langsung swasta berinvestasi, tapi kita di Sultra sulit seperti itu, perlu sentuhan awal dari pemerintah untuk membangun sehingga kita bisa menarik swasta melakukan pembangunan di Sultra ini.

“Perbedaan panjang itulah sehingga saya berjuang terus hingga 4 tahun lamanya saya menjabat. Alhamdulillah, memasuki tahun ke 5, kita ada kesesuai dengan kementrian PUPR dan tahun 2019 jembatan penghubung itu bakal dibangun, saat ini sudah masuk dalam masa perencanaan,” ungkapnya.

RB menuturkan, Saya melakukan kunjungan langsung untuk melihat, sehingga terkesan saya tidak hanya bicara, tidak tahu lokasi dan keadaan masyarakat dalam pembangunan jembatan penghubung ini.

“Saya tidak pingin hanya mendapat laporan diatas kertas saja, saya juga harus mengetahui langsung lokasi dan laporan masyarakat apa yang mereka rasakan dan padangan mereka akan adanya pembangunan jembatan penghubung,” katanya.

Sehingga dalam pembangunan jembatan, tidak ada lagi yang provokatif masalah, sebab disetujuinya jembatang penghubung ini melalui perjuangan yang panjang dan bisa berdampak baik terhadap peningkatan kesejatraan masyarakat serta kemajuan daerah, baik kota Baubau, Buton Tengah, Muna dan Kota Kendari, secara umum Sulawesi Tenggara, tutupnya.

Reporter : La Ode Alim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *