Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Terkait Rencana Pemakzulan Dirinya Oleh Warga, Kades Biga Angkat Bicara

PARIMO – portalsulawesi.id – Kades Biga Kecamatan Tomini Kabupaten Parigi Moutong, angkat bicara soal pendatanganan penyataan masyarakat yang ingin menurunkan jabatannya sebagai kades, hal ini disampaikan langsung Kades Biga di ruang kerjanya pada portalsulawesi.id, Senin (5/11/2018).

Menanggapi permasalahan kades biga, Ramran Lamakasi, saat di konfirmasi di ruang kerjanya, mengatakan persoalan masyarakat yang mendatangani surat pernyataan sikap menurunkan kades dari jabatannya,

“Itu semua di rekayasa, ini berdasarkan fakta di lapangan yang mulai menuai kontroversi, pasalnya tanda tangan itu di duga di manupulasi oknum tertentu” ucapnya.

“tuntutan 15 point tersebut hanya persoalan tidak ikut sertanya Desa Biga pada kegiatan MTQ di Desa Ambesia Barat beberapa waktu lalu saja, dan soal jamban yang belum selesai 100%, dia juga mengunkapkan jika persoalan itu yang jadi permasalahan itu sudah di ketahui camat tomini” Tambahnya

Tamran juga meminta tuntutan 15 poin yang sudah sodorkan tertulis pada Wabup, agar di beberkan pada saat pemeriksaan,

“Saya siap untuk di periksa, jika itupun tidak benar saya dengan lapang dada untuk berterima kasih dan tidak mempersoalkan di kemudian hari bagi mereka yang sudah melaporkan ke pada Wabup” Imbuhnya

“Jika yang di maksud pekerjaan DD jamban yang belum selesai itu ada camat tomini yang tahu, dan camat yang meminta kami untuk segera lakukan penyelesaian agar mendapatkan rekomendasi pencairan tahan II, dan kami berpegang teguh pada surat pernyataan camat selesaikan dulu pekerjaan baru saya camat tanda tangan rekomendasi” Tuturnya.

“Ini menjadi pelajaran dari kritikan masyarakat Desa Biga, agar kedepannya lebih berhati hati kritikan ini menjadi penyadaran kami pemerintah desa agar lebih baik, jika persoalan tidak ikut sertanya desa biga dalam kegiatan MTQ, karena anggaran, itu persoalan sudah kqmi bahas bersama BPD dan tokoh agama dan tokoh masyarakat” Harapnya

“Dalam pembahasan tersebut kami pemerintah desa biga sudah sampaikan kepada masyarakat terkait anggaran tahap II yang tidak bisa di ciarkan di karenakan menunggu tanda tangan camat untuk pencairan tahapan, karena pak camat meminta sisa pekerjaan harus segera di selasaikan” Terang Tamran dengan tegasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, ?media mencoba menemui beberapa warga Desa Biga menanyakan kebenaran dukungan dan tanda tangan masyarakat soal penurunan kades dari kursi jabatan kades, menuai kontroversi sesuai apa yang kades sampaikan, bahkan dengan lantan salah seoran warga Biga yang tak di sebutkan namanya, mengatakan bahwa ini tanda tangan masyarakat sengaja di peralat oleh oknum tertentu

“awalnya kami di minta untuk tanda tangan di atas kerta kosong” Cetus Warga

“Kami tidak mengetahui bahwa dari tanda tangan tersebut pernyataan sikap untuk menurunkan kades dari jabatannya, kalau itu kami tahu dari awal kami tidak mau tanda tangan, pasalnya kami hanya di sodorkan kertas kosong tanpa tujuan tanda tangan itu. bahkan ketua BPD di intimidasi untuk mendatangani pernyataan tersebut dengan terpaksa kami tanda tangan, dan kami anggota BPD dan tokoh masyarakat siap untuk bersaksi, jika di kemudain hari ada pemeriksaan” Tutur Masyarakat Lainnya

CR : Deni Renaldi / Yunus
Editor : Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *