Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Garam,Kebutuhan Pokok Pengungsi selain Beras dan Air bersih

Ilustrasi garam (Ist)

Sigi,portalsulawesi.id- Memasuki minggu ketiga Pasca Bencana Gempa bumi,Tsunami dan likuifaksi di kota Palu,Sigi dan Donggala,distribusi bantuan mulai mengalir ke kantong kantong pengungsi,mulai di sekitar lokasi terdampak langsung hingga desa desa yang terpapar bencana gempabumi yang menyebabkan ribuan rumah rusak parah dan puluhan ribu jiwa mengungsi.

Lokasi pengungsian yang menyebar di tiga wilayah bencana saat ini hampir semuanya telah terjangkau oleh distribusi baik itu bahan makanan,obat obatan hingga logistik lainnya yang terus mengalir dari berbagai penjuru nusantara bahkan dari luar negeri.

Di beberapa titik pengungsian desa maranatha,kecamatan sigibiromaru Kabupaten Sigi dijumpai keluhan Masyarakat yang terdampak Bencana gempa bumi akan kebutuhan bahan pokok selain Beras dan air bersih,masyarakat yang mengungsi berharap Pemerintah ataupun donatur yang memberikan bantuan dapat mengusahakan Garam buat para pengungsi,hal ini dikarenakan pengungsi yang mendapatkan Jatah Mie Instant mulai menderita Alergi ,banyak pengungsi khususnya Balita dan anak Anak mulai diserang penyakit kulit akibat alergi.

Ditemui di Tenda pengungsian di Halaman Rumahnya yang telah Ambruk rata dengan tanah, Takbir,Salah satu Tokoh Masyarakat Desa maranatha memohon bantuan logistik selain beras dan air minum juga  Garam untuk dibagikan kepada para Pengungsi di Dusun Satu dan Dua di Desanya,menurutnya warga disekitar pengungian di Dusunnya mulai diserang penyakit gatal gatal akibat Alergi Mie Instant.

“Kalo ada Garam pak,tolong kami di bawakan,karena kalo garam biar Cuma di campur rica (Cabe,red) bisa kami makan,atau kalau ada garam kami bisa masak sayur sayuran yang ada disekitar kami “ pintanya,Jumad (19/10/2018).

Hal yang sama diutarakan Eka,tokoh pemuda di dusun VII Lembosu Desa Marantha,yang saat Gempabumi melanda meluluhlantakkan rumahnya serta menewaskan Orang tuanya,menurutnya pemerintah selain mendistribusikan beras dan air mineral serta Mie Instant, sekiranya bisa juga menyediakan Garam untuk dibagikan kepada warga,apalagi saat ini harga Garam melonjak pasca bencana.

“Pemerintah atau relawan yang datang bawa logistik ,bisa membagikan kepada kami garam le,soalnya garam disini sudah mahal dan jadi barang langka,kalau ada garam kami bisa memasak sayuran” Ujar eka,yang Kesehariannya bekerja sebagai tenaga Pendidik di salah satu sekolah dasar di Desa Maranatha.

Demikian Pula halnya di Desa Boya baliase,Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi,dibeberapa titik tenda pengungsian masyarakat berharap mendapatkan Garam beryodium untuk logistiknya selain Beras,Mie Instant serta Air mineral juga kebutuhan Bayi.

“Kalo ada Garam,boleh dibawakan kami le,apa kami mulai kekurangan garam buat makan” pinta Mama lela memelas ,salah satu warga yang terpaksa mengungsi di halaman rumahnya akibat tempat tinggalnya telah rata dengan tanah.

Tidak disangkali,Garam yang mempunyai ciri khas dengan Rasa Asin dan Gurih menjadi salah satu bahan pokok dapur ,Garam mempunyai banyak kegunaan dan manfaat buat tubuh manusia dengan cara dikonsumsi secara normal.

Seharusnya,pemerintah daerah dalam menangani persoalan pembagian Logistik kepada para Pengungsi seharusnya juga memperhatikan kebutuhan dasar pengungsi,selain Beras untuk ditanak menjadi nasi,Garam adalah Bahan Pokok yang “Nyaris” terlupakan disaat kita menyalurkan bantuan di daerah daerah pengungsian .***

Laporan : Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *