Donggala,portalsulawesi.id- Memasuki hari ke 12 pasca bencana Alam gempa bumi dan Tsunami yang melanda tiga wilayah disulawesi tengah,tim relawan kemanusiaan asal Maluku utara terus melakukan kegiatan kemanusiaan di Palu,Sigi dan Donggala (Pasigala).
Tim Relawan Kemanusiaan asal Maluku Utara yang terdiri dari Tim Medis,Tim PMI serta Tim BPBD menyusuri Kabupaten Donggala, awalnya tim Relawan bergerak menuju Desa Wombo Kalonggo Kecamatan Tambusabora hingga ke Desa Lero Tatari Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala.
Di desa Lero Tatari ,Tim Relawan Medis asal Propinsi Maluku utara berinisiatif mendirikan Posko Layanan Kesehatan di pelataran SMP Negeri Sindue ,disekitar Posko Kesehatan terdapat sedikitnya Tiga titik pengungsi dengan Jumlah puluhan kepala keluarga.

“Pengungsi di sini adalah warga lero tatari yang berdomisi disekitar pesisir pantai dan rumahnya ambruk diguncang gempa bumi,jumlahnya mencapai ratusan orang” ungkap Kepala Desa Lero Tatari,Arlin kepada portalsulawesi,Kamis (11/10/2018).
Menurut Kepala desa Lero Tatari,warganya memilih mendirikan Tenda dan tinggal sementara bersama warga lainnya di tempat terbuka akibat masih trauma akan gempabumi dan Tsunami di Palu,Sigi dan Donggala.
“Masyarakatku masih trauma dengan Gempa Bumi dan tsunami,mereka memilih tinggal ditenda tenda untuk sementara waktu” ungkap Arlin
Tidak adanya Dapur umum serta buruknya Layanan Kesehatan maupun Sarana MCK membuat Beberapa Masyarakat Mulai terkena Ispa dan keluhan terganggunya Kesehatan.
Dari Assesment yang dilakukan Tim relawan Gabungan PMI,BPBD dan Tim Medis asal Maluku Utara ditemukan ada lima warga yang menderita persoalan Kesehatan yang serius,mulai dari flu hingga yang Kakinya Luka sedang akibat tertimpa bangunan rumah saat gempa melanda.

Posko kesehatan yang dibuka di pelataran sekolah SMP I Sindue tersebut dipadati oleh warga yang ingin berobat dengan beragam keluhan ,sedangkan anak anak pengungsi tampak terhibur dengan hadirnya para dokter dari tim medis relawan asal Maluku utara tersebut.
Sentuhan langsung para awak medis langsung ketenda tenda pengungsi mendapat apresiasi warga, bahkan Tim Relawan melakukan trauma healing bagi korban gempa, untuk menjaga kondisi kejiwaan utamanya anak-anak di lokasi pengungsian.
” trauma healing penting untuk menstabilkan kembali kejiwaan khususnya bagi anak anak agar trauma akan gempa bisa pulih” jelas dr.zoelham,salah satu Dokter spesialis yang melibatkan diri pada misi kemanusiaan pada Bencana di Sulteng.
Rencananya,Tim Medis dari Relawan Kemanusiaan untuk bencana Sulteng akan melakukan pelayanan kesehatan secara mobile ke titik titik pengungsi di tiga wilayah bencana yakni Palu,Sigi dan Donggala.
Suar lelah dari semua tim relawan baik Tim PMI,BPBD hingga Medis asal Maluku utara serasa terbayar dengan merekahnya Senyum para pengungsi terutama anak saat “Laskar Relawan Kapita” berada ditengah tengah mereka.
” Terima Kasih kami untuk semua fihak yang peduli akan nasib kami,terutama Kawan kawan dari Maluku utara yang telah rela bersusah susah dengan kami ditenda pengungsi ini,terima kasih sampesuvu (saudara dekat,red)” ungkap Arlin ,kepala desa Lero tatari ketika dimintai tanggapannya oleh portalsulawesi terkait kehadiran Tim Relawan Medis Maluku Utara.
Dari 14 orang Dokter yang bergabung dalam Relawan tim medis pemprov Maluku Utara,dua diantaranya adalah dokter spesialis yakni Dr. Ivan sangadji ,Sp.PD spesialis penyakit dalam,dokter anastesi dr.ilham soamole.***
Laporan : Heru








