Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

‘Festival Meleura’ di Muna Pembawah Inspirasi, Impian Kades Lakarinta Demi Kemajuan

Sultra-Muna, portalsulawesi.id – Semenjakan iven ‘Festival Meleura’ yang berlangsung di Desa Lakarinta Kecamatan Lohia Kabupaten Muna berakhir di Desember 2017 lalu, kini obyek wisata Meleura menjadi perhatian pemerintah dengan pengembangan fasilitas baru.

Kepala Desa Lakarinta La Riami mengatakan, proses pengembangan pembangunan meleura di tahun 2018 saat ini, peran anggaran pemerintah pusat, APBD Muna dan Dana Desa Lakarinta.

“Pembuatan jalan setapak menuju titik wisata yang saling terkoneksi dengan jalan kaki sebesar Rp. 190 juta dari Kemendes APBN, Fasilitas MCK, Pendesterian, kios cenderamata nilainya ratusan juta dari APBD melalui Dinas Pariwisata Muna. Untuk penggunaan Dana Desa Lakarinta sebesar Rp. 140 juta untuk pengadaan banana boat dan spidnya,” kata La Riami kepada portalsulawesi.id di dermaga pantai Meleura, rabu (12/9/2018).

“Sebelumnya kita sudah mengadakan fasilitas bebek air untuk bisa bersatai menikmati pemandangan pantai meleura, kini dimanjakan lagi dengan banana boat dengan harga terjangkau tapi mengasikan yang dikelolah oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)” tambah Kades Lakarintah.

“Dalam pengelolaan Banana boat, Pokdarwis sudah menghasilkan sebesar Rp. 5 juta, ini didapatkan sehari sebelum lebaran idul adha diadakan sampai saat ini. Dengan hasil ini, dalam waktu dekat kita akan mengadakan Playing Fox dengan anggaran sebesar Rp. 225 juta dari Dana Desa 2018,” ungkapnya.

“Playing Fox akan menambah keasyikan berada di wisata meleura, rencananya akan dibangun dari puncak menuju pulau kecil disamping dermaga, dan ditengah pantainya kita akan bangun sarana bermain berseluncur,” jelasnya.

Tapi itu masuk dalam target impian ditahun anggaran 2019, dengan luas pembangunan sarana bermain 75 meter x 50 meter, tutur La Riami.

“Dengan adanya fasilitas baru di pantai wisata meleura, geliat pengunjung semakin ramai, bukan hanya hari libur, hari biasa juga cukup ramai, kalau hari libur pengunjung dikisaran 300 orang dan hari biasa 80 orang rata-rata,” katanya.

“Dengan pembangunan fasilitas, kami memiliki target pendapatan asli Desa sebesar Rp. 50 juta ditahun 2018 dan akan terus meningkat untuk tahun seterusnya,” bebernya.

“Kata simbol yang tepat saat ini ‘Mai Te Meleura’ yang memiliki arti, mari datang menikmati sajian wisata meleura. Kami berharap dengan Pemda Muna, terus memperhatikan Meleura sebagai Ikon wisata di Muna” harap sang Kades Paruh baya La Riami.

“Kami bersyukur dengan perhatian dari Bupati Muna LM. Rusman Emba dengan mengadakan festival lalu disini, sehingga banyak batuan memperhatikan ikon wisata meleura di Muna, alhamdulillah tercipta lapangan kerja baru dan meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya penjual” tutupnya.

Reporter : La Ode Alim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *