Sultra-Muna, portalsulawesi.id – Kebakaran kembali terjadi dipasar laino raha, tepatnya dilokasi depan terminal, Rabu (15/08/2018) sekitar pukul 23.00 wita.
Sebelumnya pasar laino pernah terjadi kebakaran pada 28 April 2018 malam lalu sekitar pukul 20.00 wita, kali ini terjadi lagi pada lokasi kios deretan yang sama.
Kasat Reskrim Polres Muna IPTU Fitrayadi S.Sos S.H mengatakan, saat ini Kepolisian sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Untuk sumber api masih kita lakukan penelusuran dari mana asalnya, taksiran kerugian dari pemilik kios masih kita lakukan pendataan,” kata Fitrayadi kepada portalsulawesi.id saat ditemui waktu kebakaran terjadi, rabu (15/8).
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Muna dan Muna Barat Hasan Has (63) menyatakan kios pedagang yang terbakar sekitar 7, termaksud kios juga kios miliknya ikut terbakar tapi tidak hangus semua yang berisi bahan pokok campuran, yang ditaksir kerugian mencapai mengalami kerugian sekitar Rp. 60 jutaan.
“Dari informasi yang saya dapatkan, kios yang terbakar lainnya, diantaranya, Wa Isa (44) alias mama helmi, La Adi (45), mama nani (45), Haji La Asi (55), mama Saban (30), mereka ini penjual bahan pokok campuran dan Wa Usaha (49) penjual pakaian,” ungkapnya.
“Asal api, kemungkinan dari kios Wa Isa, sebab ada anak yang melihat saat itu api masih kecil, akan tetapi lambat ditangani pemadam, akibat mesinnya rusak pada saat tiba, jadi 7 kios terbakar” bebernya.
“Saya sudah meminta kepada kepala pemadam untuk menyiapkan satu mobil pemadam kebakarang dipasar laino dua hari lalu, sebab biasanya mendekati hari raya seperti idul adha begini, sering terjadi kebakaran, tapi tidak diheraukan, yah, akhirnya kayak begini 7 kios terbakar lagi” Ungkap Hasan.
Ditambah lagi dengan kedatangan mobil pemadam yang rusak mesinnya airnya, segingga lamban menangangi api yang melalab kios pedagang, saya menduga Pemda Muna tidak memperhatikan alat vital pemadam api, tuturnya.
“Saya berharap Pemda Muna bisa memberikan bantuan kepada pedagang yang mengalami korban kebakaran, untuk meringankan beban para pedagang,” harapnya.
Nilai kerugian yang ditanggung Wa Isa berkisaran ratusan juta, menurutnya kiosnya baru diisi dengan beras dan bahan pokok capuran lainnya, ini semua dilakukan untuk persiapan jelang hari raya idhul adha. Sementara Haji La Asi ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 75 juta dari keterangan istrinya Wa Ode Salfia.
Dari pantauan media ini, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.00 wita, hanya terlihat asap yang masih terus dilakukan penyiraman.
Reporter : La Ode Alim








