Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Akibat tidak Libatkan Penambang Pasir lokal,Penggunaan Dana Desa di Labunti disorot

Sultra-Muna, portalsulawesi.id- Puluhan penambang pasir tradisional Desa Labunti Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, mendatangi kantor Kecamatan Lasalepa untuk mengeluhkan penggunaan Dana Desa (DD) yang tidak menggunakan potensi material pasir dalam Desanya, kamis (2 Agustus 2018).

Penambang pasir berpandangan, bahwa pengelolaan DD memiliki prinsip pemberdayaan masyarakat dan potensi material dalam Desa.

Menurut La Toe (63) Warga Desa Labunti salah satu penambang pasir yang mendatangi kantor camat lasalepa mengatakan, nanti anggaran tahun 2018, material pasir tidak memakai potensi dalam Desa, tahun sebelumnya memakai potensi pasir yang ada di Desa.

Pembangunan tiga proyek Desa Labunti yaitu jalan setapak paving blok (berada di RK 2) senilai Rp. 126.378.000, mesjid  (berada di RK 3) senilai 80.084.000 dan pasar (berada di RK 1) senilai Rp. 126.985.550, materialnya berasal dari Desa Labonea, walaupun secara ekonomis lebih murah mengambil dari Desa Labunti, kami penambang pasir labunti merasa kecewa dengan sikap kepala Desa  kami, kata La Toe kepada portalsulawesi.id di Desa Labunti, kamis (2/8).

Warga Desa Yang berprofesi sebagai Penambang Pasir protes dikantor Kecamatan (foto: La ode Halim)

Untuk pasir yang diambil di Desa Labunti Per ret Mobil seharga Rp. 330 ribu sampai ditempat tujuan, sementara pasir yang diambil saat ini untuk mengerjakan tiga proyek itu dari Desa Labonea dengan harga Rp. 350 ribu, masih selisih Rp. 20 ribu dengan pasir dalam Desa, jelasnya.

Dalam satu ret mobil mengangkut pasir, terdapat isi 4 kubik pasir, menurut pendamping alhi teknik kecamatan bahwa dalam RAB, 1 kubik senilai 160 ribu, jadi kalau 1 ret terdapat isi 4 kubik maka nilai 1 ret mobil pasir senilai 640 ribu, terangnya.

“Hampir seratus persen dana yang tidak terpakai berdasarkan RAB, jika membeli dalam kampung, kita tidak tau motif apa untuk membeli diluar kampung,” ungkapnya.

Fasilitator Ahli Tehnik desa dikecamatan, menjanjikan pertemuan besok untuk melakukan klarifikasi kepala desa, besok akan dibuat pertemuan untuk hadirkan kepala Desa Labunti, tuturnya.

Dalam tempat yang berbeda kepala Desa Labunti Salamin saat dikonfirmasi menyatakan, pengambilan pasir yang dipakai untuk proyek mesjid, itu cuman 1 ret mobil yang diambil di Desa Labonea, lainnya semua memakai pasir dalam kampung Desa labunti.

Pada saat itu mengambil dari Desa Labonea, akibat sopir dan mobil yang sudah berada di Desa Labonea, terpaksa mengambil dari sana saja, hanya satu ret dengan pertimbangan jarak yang jauh bila mengambil di kampung, itupun cuman ini hari saja, katanya

Saya menduga mereka datang kekantor camat itu ada kepantingan, dimana tidak diakomodir kepentingannya atau ada kepentingan politik didalamnya, bebernya.

“Seluruh pembangunan proyek yang menggunakan DD, menggunakan material dan pekerja lokal, kita melakukan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Nanti kita akan klarifikasi bila ada pertemuan, kita juga mengambil pasir didusun 4 Desa Labunti, tempat La Toe bekerja, hanya saja kan banyak pekerja penambang pasir, sebab bukan dengan dia kita mengambil pasir, tutupnya.***

Laporan : La Ode Alim 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *