Piala Dunia 2018 – portalsulawesi.id Orang kerap berselisih pendapat tentang kompetisi olahraga mana yang berstatus paling akbar di dunia: Olimpiade atau Piala Dunia?
Standar penilaiannya beragam. Namun dari segi jumlah penonton, Piala Dunia boleh jadi juara. Huffington Post mencatat Piala Dunia 2014 menarik 3,5 miliar pasang mata dan didaulat sebagai ajang olahraga yang paling banyak ditonton di televisi.
Maklum, sepak bola punya reputasi sebagai “olahraga paling populer di muka bumi”. Saat popularitasnya bertemu dengan kapitalisme, hasilnya adalah gaji fantastis para pemain. Dalam daftar atlet terkaya di dunia tahun 2018 versi Forbes, misalnya, posisi lima teratas diisi oleh tiga atlet sepak bola.
Di posisi kelima ada Neymar dengan $90 juta (Rp1,3 triliun), posisi ketiga ada Cristiano Ronaldo dengan $108 juta (Rp1,5 triliun), dan posisi kedua diduduki Lionel Messi dengan $111 juta (Rp1,6 triliun).
Dalam konteks Piala Dunia 2018 di Rusia, duit fantastis untuk hadiah juga digelontorkan oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) selaku penyelenggara.
Menurut data lembaga yang dilansir laman Goal.com dan telah terkonfirmasi sejak Oktober 2017, tahun ini FIFA mengalokasikan $400 juta atau Rp5,7 triliun. Angka tersebut merupakan bagian dari total dana penyelenggaraan kompetisi sebesar $791 juta atau Rp11,3 triliun.
Mampu berlaga di fase grup saja tim nasional akan mendapat $8 juta (Rp115 miliar). Jika tim mampu mencapai babak 16 besar akan ada tambahan $4 juta menjadi total $12 juta (Rp172 miliar).
Jika berhasil lolos lagi ke babak 8 besar, tambahan hadiahnya masih sebesar $4 juta. Jika ditotal, tim akan membawa pulang $16 juta (Rp230 miliar).
Juara keempat akan membawa total $22 juta (Rp316 miliar), juara ketiga menggondol $24 juta (Rp345 miliar), dan runner-up dihadiahi total $28 juta (Rp400 miliar).
Timnas terbaik dari yang terbaik, yakni mereka yang di penghujung kompetisi berhak menjunjung “Trofi Piala Dunia FIFA” berlapis emas 18 karat, akan membawa pulang total hadiah senilai $38 juta (Rp546 miliar). (Berbagai Sumber)
Editor : Yunus







