Sultra-Muna, portalsulawesi.id– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna membantah menahan bayi meninggal sebagai jaminan pelunasan biaya administrasi terhadap orang tua pasien, selasa 5 Juni 2018 lalu.
Direktur RSUD Muna dr. Agus Susanto mengatakan, kita tidak pernah menahan bayi meninggal sebagai jaminan pelunasan karena kekurangan biaya terhadap orang tua pasien. Ini hanya miskomunikasi antara orang tua pasien dengan bidan yang jaga.
“Muhammad Olo yang merujuk bayinya RSUD Muna, sebagai pasien umum. Setelah bayinya meninggal maka biaya administrasi dikenakan, karena orang tua yang pendiam tidak berkomunikasi dan dia juga tidak mengeluhkan kepada pengelolah RSUD Muna bahwa mereka kekurangan uang untuk membayar, jika ada pembicaraan, pasti ada kebijaksanaan,” kata dr. Agus kepada portalsulawesi.id melalui sambungan telponnya, kamis (7/6).
Tambahnya, anggota saya yang jaga siap dikonfrontir dengan keluarga pasien, bahwa mereka tidak pernah dikomukasikan tentang kekurangan biaya atau membayar cuman setengah dari pembayaran yang uangnya pada saat itu sekita Rp. 4 juta, selebihnya nanti menyusul kemudian.
Untuk lebih jelasnya coba tanya kepala seksi pelayanan RSUD Muna yang sudah mengumpul dan mengevaluasi anggota yang jaga pada saat itu, saya lagi diluar daerah, tutur Agus.
Kami tidak pingin ada isu yang berkembang bahwa RSUD Muna tidak punya rasa sosial, jangan cuman satu orang, martabat RSUD rusak, pada hal sudah banyak yang kita lakukan pertolongan dengan pelayanan yang baik, tutupnya.
Kepala Seksi Pelayanan RSUD Muna Mardiana menyatakan, sekitar pukul 01.00 wita (5/6) bayi Muhammad Olo (ayah) meninggal, petugas belum melepas peralatan medis sebelum orangtuanya datang, berselang 30 menit Olo datang dan alat medis dibuka.
Karena pasien umum dari rujukan klinik Bunda Amut yang berada dijalan kartika kecamatan batalaiworu, maka kami melakukan pencatatan pembiayaan administrasi selama enam hari pelayanan sekitar Rp. 8.070.000 secara global (bukan petugas ahlinya), tapi ayah bayi belum melunasinya, katanya
Tidak ada juga pernyataan bahwa pihak keluarga bayi kekurangan uang atau meminta bayar setengahnya dulu, nanti dilunasi kemudian, hanya ada bahas ‘bisakah kurang-kurang sedikit’, terus dijawab anggota saya yang jaga, itu bukan kewenangan kami, ungkapnya
Betul juga anggota kami, bukan kewenangan mereka, seharusnya datang kepengelolah RSUD Muna, kalau datang pasti ada kebijaksanaan sebagai fungsi sosial rumah sakit, apalagi kita tahu ini keluarga tidak mampu. Pihak keluarga bayi langsung menunggu diluar ruangan, tidak ada yang mencari jalan keluar untuk negosiasi dengan pengelolah RSUD Muna, terpotong sampai disitu disebabkan juga keluarga pasien (ayah bayi) pendiam, jelasnya
Melalui paman korban Naslan sekitar pukul 09.00 langsung membayar lunas yang setelah dirinci sekitar Rp. 7.420.000, uang sebesar Rp. 650.000 petugas kembalikan. Untuk memakai ambulans butuh biaya lagi, mungkin inisiatif dari ayah bayi membawah anak lelaki pertamanya yang sudah meninggal menggunakan sepeda motor disebabkan tidak punya biaya, terangnya.***
Reporter : La Ode Alim








