PALU,portalsulawesi.id – 50 warga Bolano yang tergabung Dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bolano Kecamatan Bolano, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, bersama ratusan Mahasiswa Bolano yang berada di Kota Palu, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Selasa (15/05/18) pagi. Mereka menolak dan menuntut pencabutan kawasan Suaka Marga Satwa Tanjung Santigi dan meminta agar lahan konservasi tersebut dapat kembali di kelola oleh warga bolano.
Sedikitnya 300 massa aksi yang menggunakan sepeda motor, sejak pagi telah berkumpul dan melakukan orasi di depan kantor DPRD Sulteng, menuntut agar wakil rakyat dapat membantu dan mendukung mereka dalam menyelesaikan masalah pembebasan lahan Suaka Marga Satwa tersebut.
Salah satu anggota Komisi II DPRD Sulteng Fraksi Nasdem Ibrahim, menemui para massa aksi, ia menerima segala tuntuta dan meminta agar pengunjuk rasa untuk melakukan perundingan di ruang rapat kantor DPRD Sulteng.
Ketua KNPI Kecamatan Bolano Alwi dalam rapat menyampaikan, jika ingin melihat kenyataannya, maka datanglah ke desa Bolano dalam program heringnya pengimbangan fakta nanti, ia juga menambahkan akan menolak pelepasan buaya di laut kecil, karna tempat tersebut adalah tempat masyarakat untuk mencari nafkah.
“ jika buaya di lepas di tempat itu masyarakat mau cari nafkah dimana”tegasnya
Anggota Komisi II DPRD Sulteng Fraksi Nasdem Ibrahim berjanji dalam dua pekan kedepan, jika tidaak terhambat kegiatan lainnya, pihaknya akan melakukan hering pengimbangan Fakta di lapangan, ia juga mengatakan akan langsung turun lapangan bersama Gubernur dan Kepala BKSDA Sulawesi Tengah, agar permasalahan ini dapat terselesaikan secepatnya.***
Reporter :SUGI








