Parimo – portalsulawesi.id Biaya pemasangan baru listrik prabayar yang mencapai angka Rp 3,5 juta di kabupaten Parigi Moutong khususnya kecamatan Mepanga, kecamatan Tomini dan sekitarnya dikeluhkan, warga menganggap hal tersebut sangat tinggi dan tidak mampu dijangkau masyarakat kurang mampu. Dikatakan salah satu warga Kecamatan Tomini sudah lama kejadian ini terjadi, tapi tidak ada perhatian dari pihak-pihak lain.
Saya berencana mau pasang 900 VA saat saya tanyakan kepada tetangga, berapa biaya pemasangan tersebut, mereka bilang 2,5jt, itupun tergantung siapa petugas PLN yang akan dihubungi, bisa-bisa mencapain 3,5jt untuk pasang baru 900 VA” tutur sumber
Sumber lain pun mengakui kepada media portalsulawesi.id bahwa mereka di mintakan biaya pemasangan baru 3,5jt,
“Benar, saya harus mengumpul uang hingga 3,5jt dulu baru bisa pasang listrik 900 Watt ini” ungkap sumber
Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Kotaraya, Made Agus ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan bahwa, untuk seluruh pelanggan yang ingin pasang baru di harapkan untuk datang langsung ke Kantor PLN Rayon Kotaraya dan dia pun mengutuk keras dengan kejadian ini, dia berharap jika menemukan Calo seperti itu agar kiranya masyarakat bisa membantu pihak PLN untuk melaporkan hal ini kepada Pihak Kepolisian terdekat
“Terkait kelistrikan, baik pelanggan atau calon pelanggan langsung ke kantor PLN jangan melalui calo. PLN sekarang transparan, tidak ada pembayaran apapun dengan oknum. Pembayaran langsung di loket PPOB. Jika ada kejanggalan, laporkan.” tutur Made Agus, Manager PLN Rayon Kotaraya dengan tegas

Ia pun menambahkan bahwa biaya pemasangan Listrik 900 VA hanya Seharga Rp. 866.000, dengan rincian
• Biaya penyambungan (PB) = Rp. 843.000
• Biaya Token = Rp. 18.182
• Biaya PPJ (10%) = Rp. 1.818, serta
• Bea Materai = Rp. 3.000
Sementara itu, sejumlah kalangan menilai PLN harus memiliki harga standar pemasangan seperti halnya penambahan daya, sebab dengan tidak adanya kepastian harga yang tetap tentu akan membingungkan warga khususnya pelanggan serta akan sangat rentan dengan aksi pungutan liar.
“Kami berharap ini mendapat perhatian dari instansi terkait khususnya pihak kepolisian untuk menindak tegas oknum yang di duga adalah pegawai PLN Rayon Kotaraya untuk ditindaklanjuti karena meresahkan warga,” tukas Anton warga Kecamatan Mepanga
Reporter : Yunus








