Palu,portalsulawesi.id- Prestasi yang ditorehkan Dua Prajurit di Jajaran Korem 132 Tadulako yang Bertugas di Kodim 1307 Poso mendapat Apresiasi Khusus Dari Panglima Kodam XIII Merdeka,Dalam Kunjungan Kerjanya Di Palu,Mayjen Madsuni SE Selaku Pangdam XIII Merdeka memberikan Penghargaan atas Prestasi tersebut.
Kedua Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Poso Pesisir tersebut Mendapat Perhatian Khusus dari Petinggi TNI AD khususnya di Lingkup Kodam XIII Merdeka atas Prestasinya Mengamankan Dua Orang Tak Dikenal (OTK) yang Diduga Kuat Merupakan Anggota Jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso Pimpinan Ali Kalora.
Kedua Babinsa Berprestasi tersebut adalah Babinsa Membuke, Kopda Roy Malore. Serta Babinsa Kalora Koptu Irwan Samsu dari Koramil 1307-09 Poso Pesisir,Keduanya Mendapat Piagam penghargaan dari Pangdam XIII Merdeka serta Hadiah Spesial yakni Kenaikan Pangkat Luar Biasa Satu Tingkat.
Dalam Pengarahannya,Mayjen madsuni SE Selaku Panglima Kodam XIII Merdeka memuji Kesigapan dan Naluri Intelejen Kedua Babinsa tersebut,Bahkan dihadapan Jajaran Prajurit dan PNS di lingkup Korem 132 Tadulako yang Menghadiri Pengarahan Pangdam XIII Merdeka diaula Manggala sakti,Mantan Danjen Kopassus tersebut berharap Sikap Kedua Prajurit Pemberani tersebut layak menjadi Panutan.
“Prestasi yang di Toreh Dua Babinsa Tersebut mencerminkan Sikap Prajurit Sapta Marga yang sebenarnya,Babinsa merupakan Ujung Tombak dari Komando tertinggi di Angkatan darat, Prajurit TNI AD Harus mempunyai Moral baik,Handal dan berkualitas “ Ucap Pangdam XIII Merdeka di hadapan Segenap Prajurit dan PNS Korem 132 Tadulako.
“ Naluri Intelejen kedua babinsa tersebut selalu dipelihara dan ditingkatkan,dalam menyikapi setiap Laporan yang masuk mereka Sigap dengan cepat,berkoordinasi dengan Semua Fihak termasuk kepolisian sehingga bisa dikembangkan selanjutnya terhadap dua OTK yang diduga Kuat adalah Pengikut MIT di Poso “Jelas Perwira Bintang Dua kepada sejumlah Wartawan Usai Memberikan Pengarahan di Aula manggala sakti Korem 132 Tadulako,Senin (7/5/2018).
Bahkan,Atas Prestasinya tersebut,Kedua Babinsa Yang Bertugas di Poso Pesisir tersebut mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa ,Kopda Roy Malore asal Desa Membuke mendapat pangkat Kehormatan menjadi Kopral Satu (Koptu) sedangkan Babinsa Kalora Koptu Irwan Samsu mendapat Kesempatan Mengikuti Pendidikan Bintara.

Seperti diketahui Sebelumnya, Dua anggota Babinsa menangkap dua Orang Tak Dikenal (OTK) yang diduga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Senin (30/4/2018). Kedua OTK itu masing-masing bernama Abdul Mutalib Pia alias Abu Mutalib alias Bento (27 tahun) dan Hanzolah alias Yadi (33 tahun).
Abdul Murtalib yang berasal dari Batu Merah, Ambon ditangkap oleh Babinsa Membuke, Kopda Roy Malore. Sedangkan Hanzolah asal Pasar Minggu Jakarta selatan ditangkap oleh Babinsa Kalora Koptu Irwan Samsu.
Sekitar pukul 05.30 Wita, Abdul Muthalib Pia datang di kios di Desa Kalora untuk membeli sandal jepit. Karena mencurigakan warga melaporkannya ke Babinsa setempat, Kopda Roy Malore.
Kopda Roy kemudian mengajak Abdul Murtalib minum kopi sembari melaporkan ke atasannya yakni Danramil 1307-09 Poso Pesisir Kapten Inf Ahmad Jayadi perihal tersebut.
Danramil pun bersama Anggota Unit Intel Dim 1307/Poso bergegas dan tiba di rumah Babinsa Kopda Roy Malore dan memeriksa Abdul Muthalib Pia dan menghubungi Kabinda Sulteng. Setelah diiterogasi singkat, terduga OTK tersebut dibawa ke Polsek Poso Pesisir Utara Desa Membuke.
Sementara itu, terduga lainnya Hanzollah tertangkap setelah mendatangi rumah warga dan karena dicurigai juga sehingga dilaporkan ke Babinsa Koptu Irwan Samsu. Setelah dilaporkan ke pimpinannya, Koptu Irwan pun langsung mengamankan Hanzollah dan dibawa ke Maposlek Poso Pesisir Utara.
Setelah dilakukan pemeriksaan singkat, kedua terduga tersebut selanjutnya dibawa ke Mapolda Sulteng untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari keterangan yang diperoleh, Abdul Muthalib diduga bagian dari DPO kelompok MIT pimpinan Ali Kalora dan telah bergabung sekitar 3 bulan dari Februari 2018 hingga saat ini.
Keduanya diperkirakan turun gunung dan kabur dari kelompoknya karena tidak tahan lagi berada di kelompok MIT disebabkan sakit sakit hepatitis.
Dituturkan, selama di gunung ia melihat tiga pucuk senjata, 2 laras panjang ayang dipegang oleh Ali Kalora dan Romzy, dan 1 laras pendek ayang dipegang oleh Abu Alim. Mereka kaanya masing-masing membawa bom pipa rakitan.
Hingga saat ini, kelopok MIT yang masih bersembunyi di hutan berjumlah 9 orang masing-masing : 6 orang DPO (Ali Kalora, Romzy, Farel @ Qatar, Nae @ Galuh, Askar @ Pak Guru, Abu Alim) dan rekannya yang baru 3 orang (Abdul Mutalib Pia, Ukasia @ Pirang dan Johan).
Selama berada di gunung,Mereka mengaku sudah mengikuti tadrib atau pelatihan dan mobile di daerah gunung dari Parigi dan Gunung Biru.
Sejumlah barang bawaan keduanya di Amankan seperti kompas, peta, baju kaos, dan sejumlah peralatan pendukung di hutan.***
Reporter: Heru








