PALU, Portalsulawesi. Com – Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si memaparkan peran pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dalam menunjang keberhasilan program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga (KKBPK) di depan Tim Sekertaris Militer (Sesmil) Presidenan yang diketuai, Kolonel Imam Subakti, bertempat di Rumah Jabatan Siranindi, Jl. Moh. Yamin, Sabtu (28/4/ 2018)
Dalam pemaparannya Gubernur terlebih dahulu menjelaskan gambaran umum Provinsi Sulawesi Tengah, mencakup statistik geografi dan iklim Sulteng, letak, batas wilayah, jumlah penduduk serta administratif pemerintahan di tahun 2016 mencakup 12 kabupaten, 1 kota, 175 kecamatan, 1.842 desa dan 175 kelurahan.
Selanjutnya, populasi penduduk Sulawesi Tengah pada tahun 2017, berjumlah 2.966.325 jiwa, dengan komposisi, laki-laki 1.514.457 jiwa, perempuan 1.451.868 jiwa. Sementara dari sisi tempat tinggal, sebanyak 2.158.555 bermukim di pedesaan, sementara 807.770 bermukim di perkotaan.
Sementara itu, dalam visi-misi Gubernur periode 2016-2021 yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dalam nawa cita, dimaka tiga program yang bersentuhan langsung dengan program KKBPK yaitu point ketiga membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dan di poin kelima meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia serta point kedelapan melakukan revolusi karakter bangsa.
“Pada intinya bisu misi pemerintah daerah provinsi Sulawesi Tengah mendukung program KKBPK yang didalaminya terangkan ada tiga poin terkait prioritas pembangunan yang terbuang dalam nawa cita, “ kata Gubernur Longki.
Berdasarkan data, Provinsi Sulteng mengalami perkembangan IPM sejak tahun 2010-2017 yang terus meningkat. Tahun 2010 ; 63,20, tahun 2013 ; 65,79 dan pada tahun 2017 ; 68,11. Sementara laju pertumbuhan ekonomi Sulteng pada tahun 2017 sebanyak 7,14 persen atau diatas rata-rata laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,07 persen.
Adapun pencanangan kampung KB di Provinsi Sulawesi Tengah mengalami peningkatan yang cukup tajam yakni pada tahun 2016 pada masing-masing kabupaten/kota hanya terdapat satu kampung KB atau 13 buah. Akan tetapi pada tahun 2017 terjadi peningkatan dengan total 162 kampung KB yang berasal dari 13 kabupaten/kota, selanjutnya di tahun 2018 kembali akan dicanangkan 164 kampung KB di 13 kabupaten/kota.
REDAKTUR : NILA
Peran Pemprov Sulteng dalam Mendorong Pencapaian Target Program Kependudukan








