Parigi,Portalsilawesi.com– Aksi unjuk rasa yang terjadi hari ini selasa (25/04/2018) di lakukan masyarakat di kecamatan bolano kabupaten Parigi moutong. Ujuk rasa ini dihadiri oleh kurang lebih 500 warga yang mengatasnakanan Front Perjuangan Rakyat (FPR) bolano yang terdiri dari masyarakat Bolano, Lambunu, Santigi, Bolano Barat dan Bajo.
Aksi massa bergerak ke kantor camat Bolano pada pukul 09:00 wita, salah satu orator demo Nasar Pakaya menyampaikan kekecewaannya kepada pemerintah yang tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat di bolano yang di duga telah merampas hak-hak rakyat.

“kami akan selalu bersama petani dan akan membela hak-hak mereka yang diduga dirampas oleh pemerintah, dan kami menolak dengan tegas program pemerintah yang tidak sesuai kebutuhan rakyat bolano dengan alasan pelestarian hutan”
Aksi ini juga mendapatkn pengawal khusus dri pihak kepolisian polres parigi moutong dan polsek bolano lambunu, juga dalam aksi ini dihadiri oleh kapolsek bolano lambunu dan kasat intel polres parigi moutong.
Dalam aksi ini, massa menuntut pemerintah dengan 6 tuntutan yaitu :
- Tolak suakamagastwa tanjung santigi
- Cabut SK Menhut no 99 tahun 2005
- Tolak pelepasan buaya dilaut kecil bolano
- Cabut pepres thn 88
- Hentikan perampasan tanah rakyat
- Hentikan intimidasi dan politik adudomba oleh BKSDA.
Enam Orang Orator Mewakili Ratusan Warga Pendemo,mereka adalah Umang, Moh. Fandy, Nasar Pakaya, Umar Suleman, Rusli dan Yurdin L, sementara itu Korlap Front Perjuangan Rakyat (FPR) Bolano, Moh. Zain dalam pelaksanaan aksi ini juga memberikan Tenggat waktu selama Satu minggu kedepan untuk beroleh kejelasan terkait 6 tuntutan tersebut
“Dalam waktu 1 minggu ini sudah harus ada kejelasan terkait tuntutan kita, kalaupun tidak ada kejelasan terkait tuntutan kita maka kita akan turun dengan masa yg lebih besar lagi” tuturnya
Dalam Pantauan Media ini, Nampak Peserta Aksi Membentang kain putih sebagai Spanduk yang bertuliskan kekecewaaan kepada pemerintah terkait dengan Suaka Margasatwa Tanjung Santigi,
Sementara itu Camat Bolano, Taufik saat di konfirmasi oleh media ini terkait tuntutan dari massa aksi tersebut, dia mengatakan bahwa aspirasi dari masyarakatnya akan di sampaikan langsung kepada pemerintah di tingkat atasnya.
“Nanti akan saya sampaikan tuntutan massa aksi tersebut untuk di tindak lanjuti” ungkap Taufik
Massa aksi ini bubar pada pukul 11.30 Wita dengan di kawal oleh personil polisi kurang lebih 40 orang dari Pihak kepolisian***
Reporter : Yunus








