Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Pengrajin Perahu Dari Bangkagi Butuh Sentuhan Permodalan Pemerintah

Asgaf, Salah Satunya Penduduk Desa Bangkagi Kecamatan Togean yang Kesehariannya Berprofesi sebagai Pengrajin Perahu (Foto:Heru)

Bangkagi,portalsulawesi.id- Keindahan Wilayah Kepulauan di Kabupaten Tojo Una Una merupakan Magnit Tersendiri Bagi Para Wisatawan Lokal Maupun Manca Negara, Pesona Gugusan Pulau maupun Hutan Bakau serta Keindahan Bawah Laut membuat Kemolekan Gugusan Pulau di beberapa Kecamatan di kepulauan Togean menjadi Jualan Wisata pendulang Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Ini.

Kebutuhan  Perahu sebagai Salah Satu Alat Transportasi Terpenting Penghubung antar Pulau dan Desa Desa dikepulauan Togean menjadi sebuah Hal yang Mutlak,Mulai dari Perahu yang diproduksi secara Tradisional maupun Perahu Modern berbahan Baku Fiberglass.

Pada Umumnya Penduduk Kepulauan Togean memilih Alat Transportasi Laut secara Tradisional,Untuk Kebutuhan Itulah Banyak Penduduk Lokal mengembangkan Usaha Pembuatan Perahu Tradisional .

Asgaf, Salah Satunya Penduduk Desa Bangkagi Kecamatan Togean yang Kesehariannya Berprofesi sebagai Pengrajin Perahu, Perahu Hasil Karyanya Cukup dikenal di Lingkup Kepulauan Togean.

Perahu Hasil Karyanya Biasa di Hargai Dengan 1,5 Juta Hingga 5 Juta Rupiah,Bahannya Pun Berasal dari Pohon Lokal yang Berada di sekitar Desa di Kepulauan Togean.

Jenis Kayu Palapi ,Makata Maupun Kayu Jenis Keras Merupakan Jenis Kayu Pilihan Yang sering dipergunakan Masyarakat setempat Sebagai Bahan Dasar Lunas Perahu Kayu Tradisional,Pembuatannya Pun Memakan Waktu sekitar 5 hingga 10 Hari Kerja.

Para Pengrajin Perahu Tradisional di Wilayah Kepulauan Togean Umumnya Merupakan Pengrajin Turun Temurun,Kemampuannya Membuat Perahu merupakan Bakat yang di Wariskan Oleh Orangtua Mereka.

Permodalan Usaha Jasa Pembuatan Perahu Umumnya berasal dari Para Pemesan Alat Transportasi Tradisional ini, Para Pemesan Perahu Biasanya Memberikan Modal 30 Persen dari Harga Orderan Untuk kebutuhan Membeli Kayu Sebagai Bahan Baku Utama Pembuatan Lunas Kapal.

” Umumnya Kami diberi Modal Pemesan Perahu,Kalau kami istilahkan di Panjar Tigapuluh atau setengah Harga dari Kesepakatan, untuk Modal Awal Pembelian Kayu ” Ujar Asgaf.

Hal ini Juga dikuatkan Oleh Idham,Salah seorang Warga Yang Memesan Perahu kepada Portalsulawesi,Menurutnya Kualitas Perahu Produksi Asgaf  sudah tidak diragukan Lagi .

” Perahu Buatan Pak Asgaf sudah Terkenal di sekitar Desa Bangkagi bahkan Sampai Ke Benteng dan Desa Desa Lain di sekitar Togean ini ” Ujar Pria yang Berprofesi Sebagai Wiraswasta tersebut.

Usaha Kerajinan Pembuatan Perahu di Beberapa Wilayah di Kepulauan Togean masih Mengandalkan Sistem Kepercayaan Antara pemesan Perahu dengan Pengrajin,Belum Adanya Bantuan Pemerintah dalam Bentuk Kucuran Dana Modal Kerja di Sektor jasa ini membuat Pengrajin Perahu Harus Terus Bergantung dengan  Modal Pemesan Perahu Buatan Mereka.

“Saya berharap Pemerintah Khususnya Pemda Touna Dapat melihat Protensi Ekonomi dari Jasa Kami membuat Perahu,artinya Kami Jika diberi Kepercayaan Mengelola Modal pinjaman pemerintah Insya Allah Bisa juga mengembangkan Usaha Tradisional kami ini “ Ujar Asgaf di Desa Bangkagi Kecamatan Togean Kabupaten Tojo Una Una .***

Reporter : H e R u

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *