Palu Portalsulawesi. com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini tengah melaksanakan sensus Survei Biaya Hidup (SBH). Tujuannya adalah melakukan listing terhadap pengeluaran rumah tangga selama tahun 2018.
Mengingat adanya perubahan pendapatan masyarakat, Perubahan Gaya Hidup, cara bertransaksi, serta perubahan Pendapatan masyarakat semuanya itu dapat mengubah pola konsumsi masyarakat secara umum. Dengan demikian, hasil yang diperoleh dari pelaksanaan sensus SBH2018 nanti akan dijadikan sample guna mengetahui seberapa besar biaya hidup para responden selama setahun melalui survei yang dilakukan oleh petugas secara kontinyu.
Dan untuk pelaksanaan SBH 2018 di Sulteng, dari 1200 responden (rumahtangga), yang dipilih secara acak melalui sistem komputerisasi, salah satunya adalah rumah tangga Kepala BPS Sulteng yang menjadi responden dan terpilih sebagai sample dari 10 responden yang ada di wilayah blok sensus di sekitaran jalan Tanjung Ta’da, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Tanamodindi, Kota Palu.
Responden diberikan form untuk diisi terkait biaya pengeluaran non konsumsi selama triwulan yang diisi secara bulanan.(fhoto:nila)
Pada saat itu, Rabu (3/1/2018), petugas sensus SBH2018 dari kota palu dengan tim pendamping melakukan sensus di kediaman Ir. Faizal Anwar, MT sebagai keterwakilan dari responden yang berpendidikan S2 keatas. Saat itu, dari pihak petugas sensus menanyakan beberapa hal kepada responden terkait data-data yang dibutuhkan dalam pengisian form SBH2018 dengan mengisi biodata responden serta seluruh nama anggota rumah tangga responden termasuk anggota rumah tangga lainnya (ARTL) .
Disamping itu, petugas sensus SBH2018 ini juga memberikan penjelasan kepada Kepala BPS Sulteng selaku responden tentang hal yang akan diisi oleh pihak responden diform yang diberikan oleh petugas SBH berupa lembaran kousioner untuk mendata pengeluaran responden terkait konsumsi dan non konsumsi yang didata setiap bulannya selama tiga bulan (triwulan).
“Ada tujuh indikator pengeluaran yang akan dilakukan atau diambil datanya untuk sensus SBH 2018 dari pihak responden yakni berupa survei kelompok bahan makanan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, kelompok sandang, kesehatan, transportasi dan kelompok listrik, air dan gas,” jelas Sabri, salah seorang Pegawai BPS Kota Palu yang turut serta mendampingi petugas Sensus SBH ke rumah kepala BPS Sulteng, yang beralamat di blok sensus jalan Tanjung Ta’da.
Itulah mengapa sensus SBH ini dianggap sangat penting untuk mengetahui inflasi, karena SBH ini merupakan potret pola konsumsi masyarakat yang terbaru sehingga tingkat Inflasi yang dihitung mampu merepresentasikan keadaan masyarakat yang sebenarnya, jelas Kabid Statistik Distribusi Moh. Wahyu Yulianto, S.Si.,SST,M.Si disela kunjungan pendataan sensus SBH2018 di kediaman responden Faizal Anwar, yang tak lain beliau adalah kepala BPS Sulteng.
Sebagaimana kita ketahui bahwa tingkat inflasi dijadikan sebagai dasar pengambilan kebijakan Pemerintah seperti dalam penentuan Upah Minimum Regional (UMR), tingkat suku bunga bank, pengendalian harga bahan pokok, dan lainnya.
Oleh karena itu, untuk mendapatkan data yang berkualitas sangat dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Selain petugas pencacah yang berkompeten dan mumpuni dalam pengumpulan data, peran masyarakat pun sangat dibutuhkan dalam memberikan jawaban yang sebenar – benarnya agar data tersebut mampu menggambarkan pola konsumsi masyarakat yang sebenarnya. ***
REDAKTUR : NILAWATI









