Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Terkait Polemik lapangan Haji Hayun,Bupati Tolitoli “Ngotot” Tetap Ganti Nama

Taman Kota Haji Hayun Toltoli yang jadi Polemik (Ist)

Tolitoli, Portal Sulawesi.com –  Terkait dengan polemik yang terjadi beberapa hari ini menjelang penobatan Raja Tolitoli yang di rangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Daerah yang ke 57 akan di selingi dengan  Pemberian Nama lapangan Hi Hayun dan menjadi lapangan Gaukang Mohammad Bantilan ( GMB ) Dan ini akan di tindak lanjuti  untuk di Perbubkan supaya lapangan ini punya kekuatan hukum.

Pergantian nama lapangan ini merupakan usulan  dari Dewan Adat,Hal ini disampaikan Bupati Tolitoli  Hi Moh Saleh Bantilan .SH,MH Saat di konfirmasi oleh portal Sulawesi di  Rumah Adat Tolitoli.

” ini Bukan  hanya wacana tapi Harus tulis dan diberitakan di katakan dengan tegas  bahwa lapangan Hi hayun itu tidak Pernah di beri nama yang ada nama pada saat itu hanya nama jalan  dari lapangan sampe ke kantor PU “ Ujar mantan Ketua DPRD Tolitoli tersebut.

Bupati Tolitoli M.Saleh Bantilan (Foto:Sahar)

“ Dan sekarang jln itu sudah di ganti menjadi nama Raja  Moh Ismail Bantilan dan kalian harus tau kalau lapangan ini adalah tanah dari Raja Muhammad Bantilan beliau adalah  saya punya mama punya Bapak dia yang punya Tanah dan semua di Panasakan tete (Kakek,red) saya yang bangun waktu jadi Raja.dan tgl 11 desember 2017 namanya saya ganti dengan Nama GMB. Gaukkang Mohammad Bantilan” Tegas Bupati Tolitoli kepada Portalsulawesi.

Terkait Ancaman Warga Salumpaga akan keluar dari kabupaten Tolitoli kalau Dirinya tidak akan mengakomodir Keinginannya terkait Pergantian Nama Lapangan Haji Hayun,Bupati Tolitoli tersebut secara sinis mempersilahkan Masyarakat Salumpaga menentukan sikap.

“Silahkan ,Ndak apa apa kalau Warga Salumpaga Mau Bergabung dengan Kabupaten Lain ,Jalan Haji Hayun juga sudah saya Pindahkan ke Tanjung Batu “ Tantangnya.

Sementara itu,masalah Dukungan Sebagian Besar Anggota Legislatif di DPRD Tolitoli terhadap sikap sebagian besar Masyarakat Tolitoli untuk mempertahankan Nama Lapangan Di Kelurahan Panasakan tersebut dengan Nama Pejuang Haji Hayun , Saleh Bantilan Mengatakan Tidak Mengambil Pusing dan mempersilahkan bersikap.

“anggota DPR yang mendukung masyarakat salumpaga saya tidak mau tau karena orang Di DPR orang politik supaya dia dapat dukungan dari sana dan orang ini tidak mungkin terpilih kembali dan sudah pasti “ Sindirnya.***

Reporter : M.Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *