Parimo, portalsulawesi.id – Status Facebook (FB) terakhir Dian Natasya (19) seorang mahasiswi Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah bikin sedih.
Sebelum ditemukan tewas gantung diri Dian sempat mengunggah status yang berbunyi rasa kekecewaan, namun tidak tahu siapa yang dituju dalam status itu.
“Maaf. Tak bisa Menjelaskan Apapun,.. Entah Apa yang Dapat Kuu Katakan,.. Yang Kuu tahu,.. Aku Harus Menanggung Semua Rasa Kecewa itu,” tulis akun milik Dian bernama Yonna Archer Pluviophile I dilihat Selasa (5/12/2017).
Dian adalah warga Desa Kotaraya Barat, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah.
Kepergian gadis cantik dan pintar ini nampaknya masih tetap membekas di hati teman – teman sebayanya, betapa tidak, banyaknya kenangan dan prestasi yang telah dia ukir semenjak dia masih duduk di bangku SMA Negeri I Mepanga, tak terkecuali dari kakak pembina pramuka di Kabupaten Parigi Moutong.
“Met jalan adikq kalu telah mengukir prestasi buat kwarcab parimo di ajang pertiwana semoga kau tenang disisiNya. Kami merasa kehilangan dgn sosok sepertimu. Luwes, lugu, ceria, pintar, cerdas,” komentar akun FB.
Dimata teman-temannya Dian adalah wanita yang periang, cerdas dan pintar bergaul dengan siapa saya, ini terlihat sewaktu dia masih mengenyam pendidikan di SMA Negeri I Mepanga.
“Saya tidak percaya dengan keputusan yang diambil, karena setahu saya dia adalah wanita yang kuat, ceria, sering juara umum dan juga mantan Ketua OSIS di SMA Negeri I Mepanga, dia juga selalu terbuka kalau ada masalah, dia selalu curhat dengan guru kalau ada masalah, tapi mungkin ini sudah takdirnya,” tutur Wildawati teman sekolah Almarhummah.
Status terakhirnya yang diunggah itu pada Tanggal 17 November 2017. Kata-kata terakhirnya diakun itu telah di sukai lebih dari 186 orang, dikomentari puluhan netizen dan kali dibagikan.
Reporter: Yunus








