Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Hingga November 2017, Kota Palu Masih Deflasi 

Palu, portalsulawesi.id – Hingga November 2017, hasil pantauan/survei harga konsumen selama satu bulan penuh atau selama November telah terjadi deflasi sebesar -0,14 persen.  Sementara di nasional terjadi inflasi sebesar 0,20 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng melalui Kepala Bidang statistik distribusi, Wahyu Yulianto memaparkan terkait angka deflasi di Kota Palu saat  tercatat -0,14 persen.  Hal tersebut disebabkan oleh adanya penurunan harga dibeberapa jenis komponen makanan yang memberikan andil yang cukup besar terhadap inflasi di bulan November 2017.

Secara rinci disebutkannya, ada lima komoditas bahan makanan yang menjadi sumber deflasi yakni penurunan harga pada  tomat buah dan penurunan harga pada berbagai jenis ikan segar terutama pada ikan ekor kuning,  ikan kakap dan ikan cakalang termasuk penurunan harga sayuran jenis kangkung.  “Dari lima komoditas ini sudah mencatat angka deflasi untuk kota palu sebesar –0,14 persen,” jelas Wahyu.

Apabila dilihat selama kurun waktu dalam tiga tahun terakhir,  kondisi inflasi Kota Palu pada November 2015 tercatat 0,47 persen, pada November 2016 masih tercatat 0,49 persen dan pada kondisi November 2017 justru mengalami deflasi hingga -0,14 persen.

“Memang pasca lebaran kemarin,  kondisi harga bahan makanan di kota palu relatif stabil dan cukup terkendali.  Kita berharap pada Desember 2017, kondisinya tetap stabil.  Kalaupun terjadi kenaikan harga,  Itu bisa dimaklumi karena adanya perayaan hari besar keagamaan yakni perayaan Natal dan Tahun Baru 2018,” urainya.

Stabilisasi harga bahan makanan terutama kebutuhan pokok seperti beras,  gula pasir dan minyak goreng,  tidak terlepas dari peran Pihak Bank Indonesia dan TPID Sulteng bekerjasama dengan beberapa OPD terkait yang terus melakukan penekanan harga sehingga kondisi inflasi di Kota Palu masih terbilang relatif stabil.

“Kita berharap pihak BI terus bersinergi dengan Pemprov Sulteng melalui TPID dalam upaya pengendalian harga. Dan pihak Bank Indonesia sudah merevisi kondisi tersebut dana berharao semoga bisa tercapai target,” ujar Wahyu.

Dengan melihat perbandingan data inflasi,  dari delapan belas kota pantauan di wilayah Indonesia Timur,  ada sembilan kota mengalami inflasi dan sembilan kota deflasi. Sementara kota Palu menempati urutan ke-12 dengan posisi deflasi.

REDAKTUR :NILAWATI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *