PALU ,portalsulawesi.id – Media merupakan sarana yang paling efektif dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. Karena itu peran media dinilai sangat penting dalam mengawal pembangunan yang ada diberbagai sektor.
Hal inilah yang menjadi salah satu alasan bagi pihak Bank Indonesia mengadakan pelatihan jurnalis dengan mengundang seluruh wartawan se Indonesia, karena pihak BI menilai bahwa media massa memiliki peran dalam mengawal berbagi kebijakan yang dikeluarkan oleh otoritas.
“Pihak Bank Indonesia memandang kegiatan pelatihan ini dinilai sangat penting untuk meningkatkan pemahaman wartawan media massa secara rutin, terutama terhadap fungsi Bank Central dalam kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan. Semoga saja kegiatan ini bisa lebih meningkatkan pemahaman bagi para jurnalis dalam menulis berita-berita ekonomi utamanya yang terkait dengan fungsi bank sentral,” ujar Agusman, selalu Ketua Panitia kegiatan pelatihan wartawan daerah tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, yang dibuka oleh Diah Nastiti, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Senin (20/11/207).
Pada kegiatan pelatihan kali ini, pihak Bank Indonesia mengundang sebanyak 580 orang wartawan daerah terdiri dari wartawan media cetak, media elektronik dan media on line. Sebagaimana pelatihan yang dilaksanakan di tahun sebelumnya. Namun untuk kegiatan pelatihan wartawan daerah kali ini, Pihak BI mengangkat tema tentang Pengendalian Inflasi Daerah untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat.
Agusman menambahkan kegiatan pelatihan ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan oleh pihak Bank Indonesia di Jakarta. Setelah sebelumnya dilakukan oleh masing-masing perwakilan Bank Indoensia. Sedangkan yang menjadi peserta pelatihan ini merupakan wartawan media massa yang berasal dari 34 provinsi dan mejadi stakeholder dari 46 kantor perwakilan Bank Indonesia.
Adapun materi yang akan diikuti para wartawan dalam pelatihan ini diantaranya, Pengendalian Inflasi Daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, yang nara sumbernya Pimpinan DKEM, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, dan Kemenko Perekonomian, serta Pengamat Ekonomi.
Dilanjutkan dengan materi Perkembangan dan Kebijakan Sistem Pembayaran BI dan Gerakan Nasional Nontunai (GNNT). Perkembangan dan Kebijakan Sistim Pembayaran Bank Indoensia, Kebijakan Makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan perekonomian daerah dan materi penting lainnya.***
Reporter : Nilawaty








