Tolitoli,portalsulawesi.id– Milad Muhammadiah ke 105 yang dilaksanakan di Komplek Pendidikan dan Perguruan Muhammadiah Tolitoli, Minggu 19 November 2017, dengan Tema ” Melintas Satu Abad Muhammadiah Membumikan Spirit dan Etos ” Muhammadiah untuk terwujudnya Kemandirian Bangsa.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Tolitoli Hi Abd Rahman Hi Budding, dan mantan Wakil Bupati tolitoli yang Ke 7 Amran Hi. Yahya, wakil FORKOPIMDA, Pimpinan Wilayah Muhammadiah Provinsi Tengah Hadi Sucipto Bse S.Ag, Pimpinan Organisasi-organisasi Islam, Ketua MUI, dan Jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiah Kabupaten Tolitoli.
Dalam Laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Atmon Mohi S.Pdi menyampaikan bahwa rangkaian acara milad Muhammadiah ini dilaksanakan selama 2 hari dengan beberapa kegiatan lomba dari tingkat Paud sampai SMA, diantaranya Lomba mewarnai, lomba Azan, Himfuz Qur”an, dan jalan santai.
Selanjutnya, Pidato Iftitah yang disampaikan oleh Drs H Harifuddin MM, Muhammadiah adalah salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yakni senantiasa mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran, yang dilandasi iman yang mendalam, sehingga terwujudnya keseimbangan kemakmuran meteriil dan spiritual.
Selanjutnya sambutan Pimpinan Wilayah Muhammadiah Sulawesi Tengah Hadi Sucipto Bse S.Ag berpesan kepada seluruh keluarga Besar Muhammadiah agar selalu melakukan Amar ma’ruf Nahi Mungkar untuk membela dan mendukung program pemerintah yang pro rakyat yang mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Tolitoli, dan agar selalu menjaga Aset Muhammadiah yang sudah ada.
“Kita warga Muhammadiyah wajib menjalankan prilaku hidup islami yakni Amar Ma’ruf Nahi Mungkar,kita harus mendukung program pemerintah yang Pro rakyat dan bertujuan untuk kemaslahatan rakyat “ Pesannya.
Dalam Sambutannya Wakil Bupati Tolitoli ” Hi Abd Rahman Hi Budding ” mengajak Muhammadiah untuk mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin yang memberikan Kedamaian dan manfaat bagi alam semesta. Dan mengajak warga Muhammadiah dan umat Islam untuk melihat kebhinekaan sebagai Rahmat yang harus dikelola dengan baik, sehingga bias menjawab tantangan bngsa dalam kebersamaan.
Selain itu, berharap Muhammadiah tetap melanjutkan peran sejarahnya sebagai pembawa misi pencerahan dalam menjawab tantangan zaman. Jadikan dakwah Islam yang santun sebagai motor pembaharuan pemahaman keagamaan rasional, terbuka pada kemajuan ilmu pengetahuan.
acara Perayaan hari Jadi Muhammadiah ke 105 ditutup dengan pembagian paket sembako untuk para masyarakat kurang mampu,sebagai simbol kepekaan sosial warga Muhammadiah terhadap lingkungan sekitar.***
Reporter ; Moh yusuf.








