Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Weeken Ke Gunung Sojol di Donggala

Foto: Istimewa

DONGGALA, portalsulawesi.id – Gunung Sojol adalah nama sebuah gunung yang terletak di perbatasan Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala dengan Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong,  Sulawesi Tengah. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Tengah. Jarak dari Kota Parigi sekitar 110 km ke arah utara, sedangkan jarak dari Kota Donggala sekitar 125 km ke arah utara.

Weeken akhir pekan ini cocok untuk jalan-jalan dan mendaki ke puncak Gunung Sojol. Gunung yang dikenal sebagai gunung tertinggi di Sulawesi Tengah. Berada di Kabupaten Donggala sekitar empat hingga lima jam dari Kota Palu.

Jalan menuju gunung Sojol melintasi kawasan pantai barat wilayah Donggala, via Jalur Trans Sulawesi Palu-Tolitoli. Pintu masuknya ke Gunung Sojol bisa melalui desa di sekitar Gunung.

Berikut nama-nama desa yang ada di sekitar Gunung Sojol: Desa Siboang, Siwalempu, Balukang Kecamatan Sojol. Sementara itu di Kecamatan Sojol Utara adalah desa Pesik, Lenju, Ogoamas I dan Desa Ogoamas II.

Di Gunung Sojo terdapat cagar alam yang kerap dikunjngi oleh warga dari luar daerah, seperti mahasiswa dari Bandung, Jakarta, Semarang dan lain sebagainya. Menurut informasi masih banyak terdapat suku premitif di pegunungan Sojol.

Menurut warga, jika masuk ke kawasan Gunung Sojol anda harus bisa berbahasa Laoje (bahasa daerah) “Jea Leang, Mangge!! yang artinya Kita Kawan. Berbekal bahasa burung yang kerap di sebut warga disana, anda sudah bisa berkomunikasi dengan penduduk pedalamam Sojol.

Menurut Wikipedia Gunung Sojol memiliki ketinggian 3.226 m (10.584 kaki).

Foto: Istimewa

Data dari BKSD Sulteng di Gunung Solo terdapat kekayaan fauna lainnya seperti dari jenis mamalia yaitu Anoa (Bubalus sp), Babi Hutan (Sus scrova), Rusa (Cervus timorensis), Babirusa (Babyroussa babirusa), Musang (Macrogalidia muschenbroecki). Dari jenis burung yaitu Kum-kum (Ducula sp), Elang (Elanus sp), Ayam Hutan (Gallus gallus), Rangkong (Penelopides exaratus). Dari jenis Reptilia seperti Ular Sawah (Phyton sp), Ular Hitam, Ular Kobra (Naja sputatris).

Flora : Karena keadaan alamnya yang pegunungan maka CA G. Sojol juga kaya akan potensi floranya dari hutan hujan tropika seperti Palapi (Madhuca sp), Bayur (Pterospermum cellebicum), Meranti (Shorea sp), Eboni (Diospyros cellebica), Bintangur (Callophylum sp), Beringin (Ficus sp) dan Dao (Dracontomelon dao).

Dan juga tumbuhan bawah dan tanaman perdu yang beberapa jenis diantaranya merupakan pakan anoa. Selain itu juga terdapat beberapa jenis Anggrek Alam dan Rotan (Calamus sp), Palem dan Pinang Hutan (Arenga Pinnata, Palmae).

Untuk mencapai kawasan CA Gunung Sojol dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat sepanjang dari Kota Palu ke Ibukota Kecamatan Sojol di Balukang sejauh ± 200 Km, selanjutnya untuk dapat masuk ke dalam kawasan cagar alam ditempuh dengan berjalan kaki yang memakan waktu ± 3 jam.

Peta Rencana Penatagunaan Hutan Kesepakatan Propinsi Sulawesi Tengah Skala 1:500.000 Tanggal 03 Juni 1986.

Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 50/Kpts-VII/1987 tanggal 25 Pebruari 1987 tentang Penunjukan areal hutan di Propinsi daerah tingkat I Sulawesi Tengah seluas ± 5.176.672 Ha sebagai kawasan hutan.

Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah Nomor : SK.188.44/3932/DINHUT/89 Tanggal 30 Agustus 1989 Tentang Penunjukan Sementara Areal Hutan Lindung, Areal Penggunaan Lain dan sebagian Perairan Laut yang terletak di Daerah Tingkat II Donggala, Poso, Tolitoli dan Luwuk Banggai Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Suaka Alam dan Hutan Wisata.

Berita Acara Tata Batas Kelompok Hutan CA Gunung Sojol tanggal 2 Juli 1997. Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 354/Kpts-II/1999 tanggal 27 Mei 1999 tentang Penetapan Kelompok Hutan Gunung Sojol seluas 64.448,71 Ha yang terletak di kabupaten daerah tingkat II Buol Tolitoli dan Donggala, Propinsi daerah tingkat I Sulawesi Tengah, sebagai kawasan hutan dengan fungsi Cagar Alam dengan nama Cagar Alam Gunung Sojol.

Sekertaris Dinas Pariwisata Donggala Mohammad mengatakan jika perlu dikembangan potensinya maka akan dikembangkan. Khsusnya di desa yang bersentuhan langsung di lokasi Gunung Sojol.

“Untuk potensi bagus, kita 2018 akan mengembangkan satu desa satu potensi wisata,” katanya. Tidak menutupk kemungkinan kawasan yang masuk di wilayah itu akan menjadi salah satu wisata desa di gunung solo tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *