Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Pengadaan Kapal Pendidikan Untuk Dusun Maputi di Bidik Polisi

Ilustrasi kapal Kayu (Ist)

Donggala,portalsulawesi.id- proyek Pengadaan Kapal Sekolah untuk memuat Guru dan Peserta Didik di Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Donggala mulai di “Lirik” Polisi,pasalnya Kapal yang dibuat dengan Anggaran Rp 194 Juta dari Pos APBD II tahun 2016 hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Donggala ,AKBP Arie Ardien SIK didampingi kasat reskrim Polres Donggala AKP hamdan Limpo serta KBO reskrim Iptu Bobby Ismail diruang Kerja Kapolres Donggala,selasa (24/10).

Menurut Kepolisian,saat ini Pihaknya telah Melayangkan Panggilan Kedua Kepada Pejabat Yang terkait kala Pekerjaan itu dilaksanakan Tahun 2016 di Disdikbud Donggala, tidak Menutup Kemungkinan akan ada Penambahan saksi untuk dimintai Keterangannya dalam menelusuri Proses Pengerjaan Kapal Tersebut.

“Pak Supriyadi selaku PPTK kala itu di Dinas Pendidikan Donggala sudah kami undang untuk dimintai Keterangan di Polres Donggala terkait kapal tersebut, Undangan Pertama beliau belum bisa Hadir,kami sudah Undang kembali Insya Allah Besok (Rabu,25/10) “ Jelas KBO Reskrim Bobby Ismail.

Menurut Polisi, Kapal yang di danai ratusan Juta tersebut saat ini belum berani di pakai oleh masyarakat Dusun Maputi,Kondisi Kapal yang tidak memenuhi standar keamanan Kapal Angkut menjadi pertimbangan Masyarakat disana,belum lagi Kondisi Kapal yang terkesal asal kerja.

“Kapal tersebut tidak memiliki Standar keamanan Berlayar,tidak adanya Alat Keselamatan Penumpang seperti Pelampung, Belum memiliki Surat Ijin Berlayar dan Juga aspek lain yang harus terpenuhi untuk dijadikan Kendaraan Penumpang ,ini menjadi Atensi Khusus kami “ Ujar Kasat reskrim AKP Hamdan Limpo.

Sebelumnya,Anggota DPRD Donggala yang Juga Ketua Komisi III,Abdul rauf juga mengkritisi keberadaan Kapal Pendidikan tersebut,menurutnya kapal dengan Kondisi seperti sekarang Justru membahayakan Penggunanya,apalagi saat ini Kapal yang di Labuh Jangkar di Perairan Maputi tersebut hanya menjadi pajangan di laut dikarenakan Biaya Operasional Kapal tersebut Nihil.

“ Kapal tersebut dulunya Usulan kami,bukan seperti itu yang Kami maksud, eh malah dibuat besar dan Terkesan asal Jadi, kondisinya membahayakan Penggunanya,apalagi Arus air dan Terpaan Angin di Pulau maputi termasuk ekstrim, belum lagi tidak dilengkapi Alat Keselamatan Pelayaran” Kata Politisi Gerindra ini.

“ Kami mendukung Aparat Penegak Hukum Untuk Memeriksa Pelaksana dan Kontraktor Kapal tersebut, daripada membahayakan kelak dikemudian hari “ Ujar Abdul Rauf .

“Saya Turut mendukung apa yang disampaikan Rekan saya,saya tegaskan Periksa PPTK Kapal tersebut “ timpal Asgaf Umar di gedung DPRD Donggala,senin (24/10) kemarin.***

Reporter : Heru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *