PARIMO, portalsulawesi.id – Warga Desa Kotaraya dan Kayu Agung Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parimo tanam pohon pisang di jalan. Hal itu sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan di wilayah itu.
Jalan sepanjang 5 KM ini menghubungkan antara Kotaraya dan Kayu Agung, Sumber Agung dan Tinombala. Perotes dilakukan karena jalan itu satu-satunya jalur transportasi masyarakat, namun tidak kunjung diperbaiki.
“Di jalan yang akan dilalui ini pak ada Puskesmas Mepanga, Bank BRI, Sekolah-sekolah serta pertokoan. Kami melakukan aksi tanam pisang pernah aksi demo, tapi tidak ada realisasi dari apa yang kami lakukan,” tutur Suhardi warga yang Desa Kotaraya Selasa (24/10/2017).
Pantauan media ini memang terlihat sangat memprihatinkan, banyak kubangan-kubangan besar mengganggu pengguna jalan, belum lagi polusi debu dari jalan yang rusak dan berabu ini sangat mengganggu pernafasan dan penglihatan.
“Kami masyarakat merasa terganggu dengan debu-debu ini pak, belum lagi kalau kita bawa anak kecil saat mengendarai kendaraan roda dua, apalagi kalau musim hujan, jalan sudah seperti sawah,” tambahnya.
Pengguna jalan lainnya, Sabani mengatakan sangat kecewa dengan tidak adanya perhatian kepada mereka.
“Kami kecewa pak, jalan ini tidak kunjung diperbaiki, polusi abu mengganggu kami, apalagi rumah saya dipinggir jalan ini, belum lagi dijalan ini sering terjadi kecelakaan karena kondisi jalan yang berlubang,” tutur Sabani.
Ia mengatakan tidak jarang pengguna jalan mengalami kecelakaan di jalan itu.
“kami sengaja melakukan aksi tanam pisang dan demo kemarin, karena kami kesal dengan janji-janji pemerintah yang katanya akan segera memperbaiki jalan ini dan sampai detik ini belum kunjung diperbaiki,” tambah Sabani.
Reporter: Yunus








