Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Kajari Tolitoli: Para Kades dan OPD di Tolitoli enggan Koordinasi dengan TP4D

Kajari Tolitoli,Harjono SH didampingi Kasi Intelejen Hazairi saat ditemui di Ruangkerjanya Senin (2/10). {Foto:Heru}

Tolitoli,portalsulawesi.id- Upaya Pemerintah dalam mengawal Efesiensinya penggunaan Dana Desa Yang nilainya Milyaran di kabupaten Tolitoli sepertinya belum berjalan maksimal, hal ini terbukti dengan belum satu desa pun di Kabupaten Penghasil Cengkeh ini yang berkoordinasi dan memasukkan usulan Pendampingan Program yang di biayai oleh Dana Desa kepada Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) di Kejari Tolitoli.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli, Harjono SH kepada Portalsulawesi diruang Kerjanya ,senin (2/10),menurutnya para Kepala Desa masih enggan mempergunakan TP4D di Kejari Toltoli dalam menjalankan Program Program di Desa,hal ini juga berlaku di Organisasi Perangkat Daerah (OPD)di lingkup Pemda Tolitoli.

“Dibulan Kedelapan saya menjabat,belum satupun Desa meminta Koordinasi dengan Kami selaku TP4D di Daerah ini untuk membantu mengawal penggunaan Dana Desa,sepertinya mereka enggan mempergunakan Jasa kami “ Ujar Harjono SH  didampingi Kasi Intelejen Kejari Tolitoli Hazairi.

Padahal, tingkat Keluhan Masyarakat desa dikabupaten Tolitoli terkait penggunaan Dana Desa sangat tinggi,bahkan sejumlah Desa membelanjakan Uang Negara tersebut tidak sesuai peruntukkannya dan disinyalir terjadi penyimpangan.

Parahnya,pemahaman Kepala Desa terkait Keberadaan TP4D di tolitoli masih rendah,ditambah juga sejumlah Oknum Kejaksaan diduga bermain Proyek dengan mendompleng nama TP4D bahkan nama Institusi.

Akibatnya,ketidak tahuan Masyarakat akan Peran dan Fungsi TP4D menjadi semakin Kabur dan terkesan salah Kaprah yang berpotensi kepada penyalahgunaan Jabatan dan anggaran negara yang bersumber dari Dana Desa maupun APBD/APBN.

Diakui Kejari Tolitoli,saat ini diTolitoli masih santer didengar keterlibatan Oknum Penegak Hukum yang bermain Proyek ataupun menjadi Beking dari sebuah Pekerjaan ,bahkan Nama Kejari Tolitoli saja pernah di Catut untuk mengamankan Pekerjaan mereka.

“Nama Saya sendiri selaku Kejari pernah dicatut oleh Oknum,bahkan OPDnya saya Panggil dan Tanyakan apakah betul isu tersebut,tetapi mereka berkelit dan terkesan menutupi “ ungkap Orang nomor satu di Kejari Tolitoli tersebut.

Penelusuran media ini dilapangan ditemukan Fakta banyaknya Proyek kecil di Desa Desa yang di biayai dari Dana Desa dikerjakan asal asalan, parahnya lagi pekerjaan sejenis pengadaan Bibit Tanaman Jahe dan Cengkeh dibeberapa Desa di Kecamatan Dampal Utara dan Dampal selatan,Kecamatan Tinabogan dan Kecamatan Ogodeide Nama Oknum Kejaksaan santer disebut membekingi Proyek tersebut.

Demikian Pula di wilayah Kecamatan Tolitoli Utara,Kecamatan Dakopemean hal yang sama juga terdeteksi,sayangnya Masyarakat Terkesan Takut melaporkan tindakan Oknum tersebut ke Institusinya,hal ini sangat berdasar dikarenakan Ketakutan Masyarakat berurusan Hukum jika berani Buka Mulut.

“Kami selaku masyarakat Pak takut melaporkan,karena Antara Kepala Desa dengan Oknum Penegak Hukum saling baku pegang (Membekingi), salah salah torang yang diperiksa kalau melapor “ Ujar sumber yang meminta Namanya jangan dipublikasikan.

Kejari Toltoli, Harjono SH menegaskan fihaknya selalu menghimbau kepada semua Fihak agar jangan percaya jika ada oknum ataupun Kelompok yang mengatas namakan Kejaksaan dalam meminta Pekerjaan atau apapun, hal ini sejalan dengan Surat Edaran Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng ,Sampe Tuah SH agar aparat Kejaksaan dilarang keras meminta Apapun ke Masyarakat.

“Melalui Kesempatan Ini saya berpesan kepada masyarakat Tolitoli ,kalau ada yang menjual nama Kejaksaan meminta Proyek atau apalah,lapor ke saya Langsung ” Himbaunya.

“Saya Selalu mengingatkan Jajaran saya agar Taat aturan,jangan Maen Proyek apalagi Catut nama Institusi,kalau terbukti saya akan Tindak Tegas “ Tegas Kejari Toltoli mengakhiri wawancara dengan Portalsulawesi diruang Kerjanya.***

Reporter /Editor : Syahrul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *