Parimo, portalsulawesi.id – Pasar Ambesia Selatan, Kecamatan Tomini, Kabupaten Paimo, Sulawesi Tengah mangkrak. Terjadi sudah sejak 2015. Pasar itu dianggaran 130 juta rupia menggunakan APBN (Dana Desa).
“Uangnya sudah habis, pasarnya tidak selesai,” tutur salah seorang warga Ambesia Selatan yang identitasnya tidak mau di beritakan Minggu (24/9/2017)
Dia mengatakan seyogyanya pasar itu menjadi harapan warga, membantu perekonomian masyarakat di Ambesia Selatan. “Hanyalah sebatas impian semata,” tambah warga.
Belum diketahui pasti apa penyebab mangkaknya pembangunan pasar tersebut. Terlihat baru sekitar 40 persen sampai 50 persen saja yang sudah jadi, kondisi itu belum bisa digunakan.
“Kami lebih suka kalau pasar ini di publikasikan, supaya Pemerintah Daerah akan tahu apa yang dilakukan oleh pemerintah desa pada saat itu,” tambah sumber.
Data yang dihimpun menyebutkan, diduga ada penyelewengan Dana Desa dari APBN tahun anggaran 2015 pada pembangunan Pasar tersebut. Diduga melibatkan pemerintah Desa Ambesia Selatan.
Plt Kepala Desa Ambesia Selatan Amhak S. Caindu, yang baru 1 tahun menjabat dikonfirmasi tidak bisa berkata banyak, pasalnya saat pembangunan pasar itu dia tidak terlibat.
“Silahkan diusut pak, saya sebagai pemerintah desa saat ini menginginkan agar persoalan ini secepatnya selesai, karena persoalan ini juga akan menjadi duri dalam sekam pada pemerintahan yang saya pimpin saat ini. Semoga ini akan jadi pembelajaran kepada kita semua, bahwa tidak ada yang kebal hukum di negeri ini,” ungkapnya.
Reporter: Yunus/Tim








