Luwuk, portalsulawesi.id – Kondisi Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah Sabtu siang ini 26 Agustus 2017 mulai aman. Sejumlah toko-toko di kota ini sudah beraktifitas seperti biasa.
“Toko-toko sudah mulai buka seperti hari biasa,” kata salah satu petugas toko ponsel di Luwuk Nurhayati, dihubungi Sabtu (26/8/2017).
Namun masih ada sejumlah aparat kepolisian yang berjaga-jaga di lokasi kerusuhan beberapa titik di Kota Luwuk, salah satunya di Jalan Samratulangi, Luwuk.
“Ada polisi juga yang jaga-jaga itu. Tapi Alhamdulilah toko-toko sudah aman,” katanya lagi.
Konsentari massa terjadi sejak beberapa hari lalu, kondisi itu akibat salah satu warga tewas diduga dikroyok oleh sekelompok pemuda lain. Keluarga korban tidak terima dan mencari para pelaku.
Keluarga korban mendatangi sejumlah rumah-rumah warga di wilayah Luwuk dengan membawa sejumlah senjata tanjam, seperti parang, tombak dan sejumlah senjata tajam lainnya.
Polisi dan TNI dikerahkan mengatasi masalah tersebut, massa yang jumlahnya ratusan orang mengepung Kota Luwuk dan melakukan aksi pembakaran ban.
Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno SIK, mengeluarkan Himbauan Kamtibmas nomor : Himbauan / 580 / VIII / 2017, tanggal 25 Agusutus 2017.
Kapolres Banggai mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, serta selalu menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing -masing.
“Jangan mudah terprovokasi dengan isu – isu yang berkembang, serta percayakan kepada aparat keamanan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ucap Kapolres.
Kapolres Heru Pramukarno menuturkan agar kasus tindak pidana penganiayaan yang menjebabkan kematian seseorang pegawai Pemadam Kebakaran Banggai merupakan tindak pidana murni dan bukan kasus antar etnis atau golongan.
“Apabila terjadi tindakan anarkis akan diberikan tindakan tegas sesuai aturan undang-undang,” katanya.
Polisi sendiri saat ini sudah mengamankan sebanyak 10 orang yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan pegawai pemadam kebakaran di Luwuk yang mengakibatkan korban tewas.
Reporter: Tim








