Menyajikan Fakta Menyuarakan Nurani

Dana BOS Madrasah Aliayah Negeri Tomini Diduga di “Kebiri”

MAN TOMINI

Parigi,portalsulawesi.id,- Para Tenaga Honorer di Sekolah berbasis Keagamaan yakni Madrasah Aliayah Negeri Tomini di Desa Sumber Agung Kecamatan Mepangga Kabupaten Parigi Moutong  gelisah,Pasalnya berhembus Kabar kalau Gaji Honor mereka yang sudah Kecil terancam di sunat oleh Pengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di tempat mereka mengabdi.

Kabar Ini mencuat akhir akhir ini ketika Pergantian Kepala sekolah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong, Keganjilan tentang Alokasi dana BOS yang dikelola pihak sekolah semakin mengerucut dengan Ludesnya Anggaran bantuan pendidikan senilai Ratusan Juta Rupiah dalam waktu delapan Bulan.

“Kejadian ini sudah cukup lama ditutup tutupi,semenjak Kepsek Lama menjabat hingga Yang sekarang,Masak dana Bos sekitar enam Bulan sudah tandas ,anehkan? “ Keluh sumber yang minta Namanya jangan di mediakan.

Parahnya,Menurut Sumber yang layak dipercaya ini Gaji Guru Honor terancam “Disunat” atau malah tidak dibayarkan oleh Pihak sekolah,padahal dalam Acuan Juklis Penggunaan Dana BOS dijelaskan bahwa ada alokasi 30 persen dari Total Anggaran diperuntukkan buat menggaji Para Guru Honor.

“Masak dalam Pertanggungjawaban yang kami tanda Tangani tertera Honor 6 Bulan Gaji,yang diterima hanya 4 bulan Gaji, sisanya entah kemana perginya “ Ujar Sumber ketus.

Bendahara BOS Madrasah Aliayah Negeri Tomini,Kodirin,S.Pd ketika di konfirmasi portalsulawesi mengelak kalau disekolahnya ada pemotongan Gaji Guru Honorer, menurutnya ada perampingan Anggaran dikarenakan diperuntukkan pada Pos anggaran lain yakni kegiatan Evaluasi sehingga Anggaran Honor di “alihkan sebagian untuk menutupi kegiatan tersebut.

“Ndak benar apa pemotongan,yang ada percuman karena kemari itu anggaran itu terserap oleh kegiatan evaluasi,memang benar dalam juknis 30% buat gaji para guru Honor, tetapi karena kegiatan evaluasi memakan dana hampir 50% maka yang realisasikan baru empat bulan punya begitu “ Papar Bendahara BOS tersebut.

“Lagian saya hanya ikut Perintah Kepsek,pengambil kebijakan adalah Kepala Sekolah “ Kata Kodirin kepada media ini senin (7/8/2017) lewat sambungan Telepon.

Kepala Sekolah Madrasah Aliayah Negeri Tomini ,Syamsul Bahri S.Ag  coba dihubungi lewat telpon Genggamnya di Nomor  telepon 085241040XXX tidak perna aktif,berkali kali di hubungi hanya terdengar pemberitahuan dari Operator seluler yang menginformasikan kalau nomor telepon tersebut berada di luar jangkauan***

Reporter : Kamal

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *